Bakat Pentingkah ?

Ditulis oleh rahmat Pada 21 March, 2020



Bakat adalah satu diantara banyaknya karunia yang diwahyuhkan oleh tuhan kepada mahkluk yang bernama manusia. Sebagai makhluk yang menerima mandat itu, sepatutnya dan sudah menjadi sebuah kewajiban untuk mengoptimalkan dan memanfaatkannya sebaik mungkin, tentunya bukan untuk kepentingan pribadi semata, orang lain juga harus dipertimbangkan.

Bakat yang merupakan potensi alami masih perlu penanganan lebih lanjut. Sifatnya yang fleksibel membuat pemiliknya bebas untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya. Karena sifatnya yang masih potensial, sehingga bakat memerlukan usaha dan pelatihan serius dalam proses pengembangannya.

Terkadang orang-orang salah kaprah mengenai bakat, bahkan tak sedikit diantara banyaknya manusia menyamakannya dengan minat. Kedua hal ini tentunya berbeda namun terdapat beberapa kemiripan antar keduanya.

Bakat dan minat tentu sesuatu hal yang berbeda, bakat adalah sebuah potensi yang dimiliki seseorang yang butuh penanganan yang lebih lanjut agar lebih siap untuk digunakan, layaknya bahan makanan ia harus diolah terlebih dahulu sebelum bisa di komsumsi. Sedangkan minat merupakan perhatian yang berhubungan dengan perasaan. Minat adalah sebuah dorongan atau keinginan seseorang terhadap sebuah objek tertentu. Misalkan seseorang yang dulunya tidak berminat dengan sepak bola, namun mencoba sepak bola beberapa kali sehingga ia mendapatkan keinginan untuk bisa memainkan bola.

Dilihat dan di tinjau dari penjelasan diatas, perbedaan antara keduanya terlihat jelas namun jarak pemisah/perbedaannya terbilang tidak terlalu renggang. Mungkin sebab itulah banyak yang menyamakan antar kedua hal yang berbeda ini, antara bakat dan minat.

Kembali fokus pada pembahasan awal, bakat yang bersifat lahiriah ini butuh untuk di kembangkan. Sebuah potensi yang dimiliki membutuhkan perhatian yang serius dalam pengembangannya, meski dalam pengembangan bakat yang dimiliki bisa saja memakan waktu yang cukup lama.

Apakah bakat penting untuk dikembangkan? Mungkin pertanyaan ini sering muncul dalam benak kita semua. Jawabannya iya, bakat sangat penting untuk dikembangkan. Karena bakat akan sangat dibutuhkan dan diperlukan di masa mendatang. Mengingat seberapa pentingnya bakat untuk dikembangkan, tidak bisa diambil kesimpulan bahwa bakat akan mudah untuk diasah. Dalam pengembangannya, seseorang membutuhkan ketekunan dan ikhtiar.

Sebagai contoh, seseorang yang memiliki bakat menyanyi. Ia harus terus melatih dan mengembangkan bakat yang dimilikinya. Untuk mengembangkan bakat yang dimiliki tentunya membutuhkan ketekunan untuk terus melatih kemampuannya dan itu tidak bisa didapatkan dengan spontan. Perkembangan dari pelatihannya akan beriringan dengan bakat alami yang dimilikinya, suara indah serta nafas yang memadai akan menjadi penunjang dalam bernyanyi dan kesemuanya akan didapat dengan latihan yang kontinyu, tidak mudah bosan dan tidak cepat berpuas diri.

Atau contoh lain, besi yang memang memiliki potensi untuk diubah menjadi pisau atau pedang, namun untuk mengubah bahan yang berupa besi untuk menjadi pisau membutuhkan beberapa proses dan itu dilakukan dalam waktu yang tidak singkat, bahkan harus melalui beberapa tahapan-tahapan yang menguras tenaga. Namun ketika semua tahapan berhasil di lewati maka hasilnya akan menjadi sesuatu yang sangat berguna, Ia akan menjadi pisau yang tajam. Begitulah kira-kira.

Segala sesuatu memang tidak mampu diprediksi secara pasti apakah mampu untuk mencapai tingkat kesuksesan tertinggi. Namun bakat ketika diolah dan dikembangkan tanpa ada rasa jenuh sedikitpun, hasilnya pun akan berdampak baik bagi si pemilik bakat. Bahkan bakat ini mampu menjadi penopang kelanjutan kehidupan. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa kita sangat butuh “minat” terhadap sesuatu agar bakat kita bisa terus-menerus kita tempa.