12111Artboard 8_1

Branding Adalah

Ditulis oleh zidan Pada 07 February, 2020

//fallback to jpg if webp not supported


Daftar Isi

Dalam pekerjaan apapun yang Anda miliki, Anda seharusnya mengerti tentang branding. Kenapa ? karena ketika kita mengerti tentang branding secara mendalam maka kita akan meningkatkan cara kita di perlakukan di tempat kerja dan bahkan oleh orang-orang secara umum.

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya di pengertian brand dimana brand adalah persepsi orang yang mau tidak mau akan terbentuk dengan sendirinya. Jadi, dengan tidak mempelajari cara untuk mengendalikan pembentukan persepsi ini maka Anda sudah melewatkan kemampuan penting yang bisa saja membawa Anda ke level selanjutnya dalam karir Anda.

Branding bisa di targetkan di luar atau di dalam. Maksud saya dari “di luar” adalah dalam artian jika kita ingin membagikan brand kita ke orang-orang diluar dari perusahaan atau organisasi kita dan untuk yang “didalam” maksudnya adalah bagaimana kita akan dicap atau diperlakukan dan hal-hal apa saja yang orang harapkan kepada kita didalam organisasi, ataupun perusahaan kita.

Ada banyak orang yang berusaha untuk mengartikan branding. Bahkan jika kita melihat TedTalk, maka pasti Anda akan mendapatkan banyak sekali materi tentang branding dengan penjelasan yang biasanya di sisipkan cerita tentang dirinya atau orang lain yang kemudian dihubungkan dengan branding.

Sudah saya jelaskan di Brand adalah penjelasan tentang brand. Sekarang saya akan menjelaskan tentang branding yang merupakan lanjutan dari brand. Kalau brand adalah persepsi orang tentang diri kita atau perusahaan kita maka branding adalah cara membuat persepsi itu. Sebenarnya saya sudah menyinggung beberapa cara membranding di penjelasan brand. Disini saya akan menjelaskan lebih lanjut tentang cara membranding lebih jauh.

Branding sekarang seperti pengertian brand sendiri sudah berevolusi mengikuti jamannya. Sekarang sudah banyak sekali pilihan yang perlu kita buat karena terlalu banyak produk yang telah dibuat dan terkadang kualitas dan fitur yang hampir mirip tambah membuat kita bingung dalam memilih brand atau produk apa yang harusnya kita beli. Itulah kenapa biasanya kita sebagai konsumer akan memilih brand yang sudah sering kita beli atau sudah kita “percayai”. Ada banyak sekali smartphone yang di jual baik di online shop maupun offline shop, dan pertanyaannya sekarang yang mana yang akan kamu beli ? dan kenapa kamu membelinya ? mungkin Anda akan menjawab bahwa brand tertentu akan lebih baik dari pada brand apapun yang di tawarkan kepada Anda, atau mungkin Anda akan membeli brand yang paling mahal atau bahkan Anda akan membeli brand yang lagi ngetren. Ada banyak sekali macam pembeli di dunia ini, tetapi sebagai orang yang ingin melakukan branding kita perlu membuat konsumer mau membeli produk kita.

Sebenarnya Anda akan membeli produk tertentu karena Anda percaya dengan produk itu akan memenuhi kebutuhan Anda.

Kepercayaan dibangun dengan kepuasan pengalaman yang berulang secara konsisten.

Harapan konsumer haruslah Anda temui dan lebih hebat lagi Anda harus membanting harapan tersebut dengan hal-hal yang tidak di harapkan konsumer.

Coca-cola yang merupakan salah satu perusahaan yang paling berhasil dalam membangun brandnya karena tanpa brand, harga produk coca-cola akan menjadi setengah dari yang dijualnya sekarang.

Ada beberapa prinsip yang bisa kita terapkan dalam membangun brand :

1. Beda

Mungkin bukan rahasia lagi kalau kita harus berbeda untuk bisa bertahan di lautan produk yang telah di ciptakan dan dimana hampir semua akses telah terbuka. Otak kita memang sudah di ciptakan agar tidak menerima informasi terlalu banyak jadi kita akan lebih peka terhadap hal-hal yang berbeda dan menghiraukan informasi yang mirip. Seperti ketika ada noda hitam dalam kain putih dimana noda hitam tersebut akan sangat mudah bagi kita untuk memperhatikannya.

Solusinya bukanlah untuk berbeda dari semua orang, tetapi berbeda dari perusahaan yang ada di kategorimu. Fokuskan kategorimu menjadi sangat fokus sehingga orang akan mengenalmu karena itu. Maksudnya adalah kita harus memilih satu bidang saja dan benar-benar fokus padanya. Contohnya jika dalam teknologi dimana teknologi itu masih sangatlah luas jadi Anda perlu mengecilkan lagi kategori Anda lagi, di dalam teknologi ada yang namanya pemograman web, yang mana ada lagi kategori di dalamnya yaitu front-end, back-end, serta fullstack. Atau dalam desainer Anda mungkin hanya menerima kaligrafi, dan karena banyak orang yang mendesain kaligrafi, Anda perlu mengecilkan fokus bidang Anda menjadi desainer kaligrafi yang gayanya sci-fi misalnya.

Dalam buku brand Gap yang ditulis oleh Marty Neumeier, ada beberapa pertanyaan yang perlu Anda tanyakan kepada diri Anda sendiri agar bisa mengetahui apakah bidang yang Anda lakukan sudah bisa berbeda dan bisa berdiri dari tumpukan produk yang di tawarkan dunia ini kepada orang adalah :

• Siapa dirimu ?

• Apa yang kamu lakukan ?

• Kenapa kamu penting ?

Jika Anda sudah bisa menjawab beberapa pertanyaan ini dengan baik maka Anda sudah dipastikan sudah berbeda dari pada yang lain.

Setelah menjawab pertanyaan di atas Anda kemudian dituntut untuk bisa mengkomunikasikannya kepada orang-orang agar orang mengerti kenapa kamu berbeda.

Hal lain yang terkadang mengganggu fokus bidang seseorang adalah dengan menambahkan fitur yang atau tambahan yang tidak sejalan dengan brandmu yang mungkin saja akan mendapatkan kemenangan jangka pendek, tetapi merusak brand dalam jangka panjang.

Fokus disini bukan berarti Anda menolak semua hal yang tidak Anda fokuskan. Tidak seperti itu, Anda tetap bisa menerima pekerjaan yang tidak sejalan dengan fokus Anda. Akan tetapi, Anda tidak berusaha untuk membuat hal itu besar dan bahkan Anda perlu menyembunyikan hal-hal seperti ini.

2. Berkolaborasilah

Semakin banyak orang yang terlibat dalam membangun sesuatu maka perkerjaan yang dilakukan akan menjadi lebih baik, lebih cepat, dan akan lebih seru dalam melakukannya karena mau tidak mau hal inilah yang membedakan diri kita dengan “hewan” lain menurut penulis buku sapiens oleh Yuval Noah.Kita sudah seharusnya memanfaatkan kemampuan kita untuk saling berkoordinasi dan berkolaborasi untuk membangun sesuatu yang menurut kita baik.

Dalam membangun brand atau dinamakan branding ini tidak jauh berbeda, kita sudah seharusnya menggunakan tenaga manusia yang ada di sekitar kita untuk membangun brand. Menurut penulis brand gap kita butuh setidaknya satu desa untuk membangun sebuah brand.

Ada setidaknya 3 (tiga) macam kolaborasi dasar yang ada di dunia ini. Pertama adalah dengan menyerahkannya secara penuh kepada perusahaan lain yang kemudian akan mengatur semua keperluan perusahaan kita dalam membangun brand. Kedua adalah dengan menyerahkannya secara penuh juga kepada agen yang kemudian memilih perusahaan yang terbaik untuk mengembangkan brand kita. Ketiga adalah dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang menurut perusahaan kita adalah perusahaan terbaik dan mengambil keputusan bersama perusahaan kita dalam membangun brand kita.

Ada banyak macam kolaborasi, dan perjalanan untuk mencari yang mana yang paling cocok untuk kita secara pribadi atau untuk sebuah perusahaan adalah tantangan yang tidaklah ringan. Semua contoh yang saya berikan diatas belum tentu cocok dengan perusahaan Anda dan kadang kita perlu untuk memodifikasinya agar cocok dengan perusahaan kita.

3. Berinovasilah

Masalah dalam organisasi atau dalam perusahaan dimana keputusan terkadang tidak diambil secara penuh oleh bagian perusahaan yang kreatif dan terkadang bertolak belakang dengan bagian perusahaan yang mengurus strategi. Kedua hal ini memang bertolak belakang karena kreatif pada dasarnya menggunakan otak bagian kanan dan strategi menggunakan otak bagian kiri. Masalahnya disini adalah adalah cara pengambilan keputusan bagian kreatif sangatlah liar terkadang proses nya terlihat dari a ke z tanpa melewati b,c,d... sedangkan bagian yang menggunakan strategi haruslah runuk dalam melakukan proses pengambilan keputusan yaitu a,b,c,d...z.

Ide yang benar-benar inovatif akan tentunya menakutkan bagi semua orang karena hal ini jarang dilakukan oleh orang dan orang-orang normalnya tidak akan melakukan hal yang belum pernah di lakukan oleh orang lain.

Disini lah salah satu masalahnya dimana jika bagian strategi dan bagian kreatif tidak menyatu maka tidak akan ada eksekusi. Padahal hal yang membuat perusahaan berjalan adalah adanya eksekusi.

Hal-hal yang bisa membuat brand kita terlihat menonjol dari bagian kreatif :

  1. Namanya perlu menonjol atau setidaknya mengikuti beberapa syarat. Yaitu mudah untuk dikenali, ringkas, layak (sopan), gampang di eja dan disebut, mudah untuk disukai orang, bisa diperpanjang, dan terakhir bisa dilindungi.
  2. Nama yang baik perlu grafik yang mendukungnya. Salah satu hal yang dibutuhkan brand adalah sebuah icon. Icon disini adalah sebuah grafik yang langsung merefleksikan brand kita. Kedua adalah avatar. Dimana avatar disini adalah brand icon yang terubah tergantung medianya.
  3. Paket merupakan salah satu hal terpenting dalam menjual produk fisik.

    Urutan saat konsumer membeli produk fisik adalah seperti ini.

    • Tertarik dengan paketnya.

    • Bertanya dalam hati atau kepada orang “apa ini ?”

    • Mempertanyakan kenapa ia harus peduli.

    • Ingin di yakinkan.

    • Butuh bukti.

    Tugas kita dalam membangun brand adalah menyediakan produk yang bisa memenuhi pertanyaan-pertanyaan seperti ini.
  4. Website sekarang sangatlah penting dalam membangun brand. Memang, kita bisa membangun keberadaan kita dengan memanfaatkan sosial media. Tetapi, jika Anda memang serius terhadap brand Anda maka pada akhirnya Anda akan membutuhkan website sendiri yang bisa Anda kontrol sesuka hati (setidaknya sesuka pengambil keputusan di perusahaan Anda).

Masalah yang sering terjadi dalam pembuatan website adalah adanya orang-orang yang tidak mengerti terhadap teknologi, orang yang percaya bahwa lebih banyak itu lebih baik, dan mau agar semua departemen (divisi) masuk kedalam halaman utama. Pertanyaan yang bisa Anda tanyakan ketika membuat website Adalah “apakah website saya terlihat gemuk (terlalu banyak informasi) dalam pakaian (format seperti ini) ini.”

4. Melakukan validasi (tes)

Cara agar mengetahui apakah produk Anda bisa laku sebelum menyentuh pasar adalah dengan melakukan validasi produk. Apakah produk Anda layak dan memang dibutuhkan oleh orang-orang ?

Tidak sama dengan jaman dahulu dimana pengambilan keputusan perusahaan diambil secara penuh dari dalam perusahaan sendiri. Sekarang, sudah banyak yang melakukan tes produk ataupun tes ide dengan cara ini konsumer merasa mengambil keputusan terhadap brand kita sehingga terasa lebih personal dan membuatnya lebih subjektif.

Kita tidak perlu melakukan penelitian besar-besaran yang membutuhkan banyak sekali biaya. Menurut Marty Neumeier, kita hanya perlu melakukan penelitian yang lebih kotor, murah, dan cepat. Salah satu contoh yang diberikan di bukunya adalah ketika sebuah produk di tutup logonya dan orang tidak bisa mengenal produknya maka produk itu kurang “beda”.

5. Budidayakan prosesnya

Seperti yang sudah saya sering singgung bahwa dalam membangun brand, perlu waktu yang cukup lama dan butuh kekonsistenan dalam melakukannya. Jadi, tidak ada cara lain selain menjadikan proses-proses ini menjadi budaya yang tidak akan berhenti.

Brand haruslah dianggap sebagai sebuah makhluk hidup karena hal yang paling berhubungan dengan brand sebenarnya adalah manusia itu sendiri dan manusia secara terus menerus berubah atau bisa dikatakan berevolusi. Jadi, brand haruslah mengikuti perkembangan manusianya atau orang yang sudah terikat dengan brand kita. Inilah kenapa produk sama sekali bukanlah sebuah brand karena bisa saja produk yang sekarang tidak relevan lagi di masa depan.

Kesimpulan

Branding sebenarnya adalah hal yang luas dan bisa dibilang banyak sekali cara dalam melaksanakan branding ini. Contohnya saja menurut GaryVee kita hanya perlu melakukan eksekusi yang sangat banyak sehingga brand kita mau tidak mau akan terlihat oleh orang-orang. kalau menurut Ryan Serhant adalah kita perlu mengendalikan reputasi kita secara konsisten baik. Kalau menurut simon sinek kita perlu tahu dulu “why” kita, nilai-nilai apa yang benar-benar kita percayai dan untuk mencapai atau mewujudkan nilai-nilai yang kita percaya baik bagi semua orang ini akan dibuatkan produk yang merupakan cara kita untuk meminta orang membantu mewujudkan nilai-nilai kita. Sedangkan branding yang saya bahas disini lebih fokus atau bisa dibilang berasal dari pendapat Marty Neumeier yang merupakan mantan pendesain yang meningkatkan karirnya dengan mempelajari desain. Karena menurut dia dan juga saya desain itu sangat berguna untuk branding jika desainernya bisa membuka pandangannya dari beberapa bidang.