12111Artboard 8_1

Kepribadian Introvert Dalam Wabah

Ditulis oleh rahmat Pada 23 May, 2020

//fallback to jpg if webp not supported


Sebuah berita buruk mengguncang seluruh dunia. Berita buruk ini membuat hampir seluruh aktivitas antar negara tidak berjalan, menciptakan keresahan yang sangat mendalam bagi masyarakat dunia. Berita tersebut adalah berita tentang kedatangan sebuah Virus yang terkenal dengan nama Covid-19 (Virus Corona).

Berita ini pertama kali muncul di sebuah pasar hewan dan makanan laut yang ada di kota Wuhan Tiongkok. Menurut laporan bahwa pasien yang pertama kali terserang virus ini adalah orang-orang yang terkait dan berhubungan langsung dengan pasar hewan dan makanan laut tersebut.

Virus ini termasuk virus yang penyebarannya sangat cepat dan telah menyebar hampir ke seluruh dunia. Covid-19 ini menyebar dengan sangat mudah. Hanya dengan berada di dekat orang yang terjangkit virus covid-19 ini, kemungkinan besar Anda sudah terinfeksi, begitu pula dengan menyentuh barang yang pernah di sentuh oleh penderita, juga memiliki kemungkinan terinfeksi yang tinggi.

Menyikapi hal tersebut, ada sekelompok orang yang menurut dugaan bahwa dengan adanya Covid-19 ini tidak berdampak besar bagi kehidupan mereka.

Kelompok orang-orang tersebut adalah mereka yang memiliki kepribadian Introvert.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai pandangan tersebut, ada baiknya jika kita memahami apa yang di sebut dengan kepribadian Introvert.

Apa itu introvert?

Introvert adalah istilah psikologis yang diberikan kepada orang yang memiliki kepribadian pendiam dan suka menyendiri. Atau dengan kata lain, introvert adalah suatu kepribadian yang pemilik kepribadian tersebut menjadikan kegiatan menyendiri-nya sebagai pengumpul energi dari dalam diri sendiri, karena bagi pemilik kepribadian introvert, berkumpul dengan banyak orang akan membuat energi-nya tersedot.

Istilah introvert ini sering disalahartikan oleh kebanyakan orang. Banyak yang beranggapan bahwa seseorang yang memiliki kepribadian introvert adalah orang-orang yang sulit bahkan tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungannya.

Tentu pemahaman seperti ini adalah sebuah kesalahpahaman mengenai introvert, karena sejatinya kepribadian introvert itu bukanlah sulit/tidak bisa bersosialisasi.

Namun, orang-orang introvert perlu memiliki alasan kuat ketika ia hendak bersosialisasi. Lalu ketika alasan tersebut telah ia temukan, maka tak ada alasan bagi dirinya untuk tidak bersosialisasi.

Kenapa demikian? Karena orang-orang berkepribadian introvert juga seorang manusia, dan tentu telah kita ketahui sendiri, bahwa manusia adalah makhluk sosial yang sangat bergantung terhadap lingkungannya.

Bukan cuma itu saja kesalahpahaman mengenai orang-orang yang berkepribadian introvert, masih banyak kesalahpahaman lain.

Misalnya,

  1. orang introvert tidak memiliki rasa percaya diri berbicara di depan umum,
  2. orang introvert tidak memiliki teman,
  3. orang introvert memiliki sifat malu yang berlebih,

Covid-19 dan pandangan sosial tentang pemilik kepribadian introvert telah di sebutkan tadi bahwa Introvert adalah sebuah panggilan bagi mereka yang memiliki kepribadian pendiam dan suka menyendiri dan telah di jelaskan juga bahwa sikap pendiam dan kesukaan akan kesendirian bagi si Introvert bukan tanpa sebab,

bahwa pemilik kepribadian Introvert melakukan hal demikian karena merasa energi-nya tersedot ketika dia berada di kerumunan orang banyak, dan dengan menyendiri-nya itu ia dapat membalikkan energi yang tersedot di keramaian. Atau dengan kata lain pemilik kepribadian introvert merasa energi-nya akan kembali ketika dia menyendiri.

Lalu, apakah Covid-19 tidak berdampak besar bagi pemilik kepribadian introvert?

Ada hal yang harus kita pahami terlebih dahulu mengenai kepribadian introvert.

Pemilik kepribadian introvert bukanlah orang-orang yang tidak bisa bersosialisasi dan tidak merasa tertekan ketika terus-terusan menyendiri dan berada di dalam rumah.

Pemilik kepribadian introvert juga membutuhkan kegiatan yang berhubungan dengan dunia luar, tentu dengan berdasarkan porsi yang diinginkannya, karena bagaimana pun juga orang-orang yang memiliki kepribadian introvert juga seorang manusia yang tentunya memiliki sifat-sifat kemanusiaan.

Serta ada hal yang tidak bisa terlepas dari manusia, yaitu bersosialisasi dan berhubungan dengan sesamanya. Karena manusia sejatinya adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.

Jadi dugaan tentang wabah Covid-19 tidak berdampak besar bagi pemilik kepribadian introvert itu tidak bisa dibenarkan.

Karena pemilik kepribadian introvert juga seorang manusia, ia membutuhkan sosialisasi dan membutuhkan orang-orang di sekitarnya untuk saling berbagi keluh kesah serta berbagi kesenangan.

Berbagi cerita dan beberapa hal lainnya yang di rasa perlu, yang tidak bisa dikerjakan seorang diri.

Belum lagi masalah pribadi yang bersangkutan dengan ekonomi.

Pemilik kepribadian introvert juga butuh pakaian dan makanan.

Hal tersebut baru bisa di dapatkan dengan menukarkan-nya dengan uang.

Atau dengan kata lain saling bergantung dengan manusia lain.

Di tengah wabah covid-19 ini, segala sesuatu menjadi sulit.

Untuk mendapatkan uang kita perlu bekerja dan kebanyakan pekerjaan itu berlingkup di luar rumah.

Pemilik kepribadian introvert juga masuk diantara para pekerja tersebut, dengan adanya wabah covid-19 ini membuat mereka kesulitan dalam hal perekonomian.

Adanya wabah covid-19 ini sangat berpengaruh bagi kehidupan orang-orang yang rentan miskin, (mereka yang kehidupannya bergantung dari pekerjaan harian dan penghasilan harian, misal pemilik warung makan)

Lagi-lagi pemilik kepribadian introvert tidak bisa kita pastikan terlepas dari kondisi yang demikian.

Sehingga dapat kita katakan bahwa pemilik kepribadian introvert juga sama dengan manusia pada umumnya,

yang membutuhkan pakaian, Makanan,Serta bersosialisasi antar sesamanya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pemilik kepribadian introvert juga merasakan dampak yang besar dengan adanya wabah covid-19.

Kesimpulan tersebut sekaligus menjawab dugaan dan prasangka bahwa pemilik kepribadian introvert tidak mendapatkan dampak yang besar dengan adanya wabah covid-19.