Pengertian Statistik

Ditulis oleh zidan Pada 07 October, 2019



Pengertian

   Secara etimologis kata statistik berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa inggris) atau kata staat (bahasa belanda), dan yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Negara. Pada mulanya, kata statistik diartikan sebagai kumpulan bahan keterangan (data), bak yang berwujud angka (data kuantitatif), maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan besar bagi suatu Negara. Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif) saja ; bahan keterangan yang tidak berwujud angka (data kualitatif) tidak lagi disebut statistik.

   Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisa, penafsiran dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka (Ir. M. Iqbal Hasan,. M.M).

   Statistik adalah cara untu mengolah data dan menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logik dari pengolahan data.

(Prof.Drs.Sutrisno Hadi,MA)    Statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan(Analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi tertentu. (Prof.Dr.H.Agus Irianto)

   Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisa, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka.(Ir.M.Iqbal hasan,MM)

   Statistik adalah metode yang memberikan cara-cara guna menilai ketidak tentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif.(Stoel dan Torrie)

   Statistik adalah metode/asas-asas mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka-angka tersebut berbicara.(Anto dajan)

   Statistik diartikan sebagai data kuantitatif baik yang masih belum tersusun maupun yang telah tersusun dalam bentuk table.(Anto dajan)

   Statistik adalah studi informasi dengan mempergunakan metodologi dan teknik-teknik perhitungan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan praktis yang muncul di berbagai bidang.(Suntoyo Yitnosumarto)

   Definisi statistik adalah kumpulan data yang bisa memberikan gambaran tentang suatu keadaan. Statistika adalah ilmu yang mempelajari statistik, yaitu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data serta pembuatan kesimpulan dari hasil analisis data dan mengambil keputusan berdasarkan hasil kesimpulan.

Ciri-cirinya

   Ciri-cirinya terdiri atas tiga yang pasti berhubungan atau ada dengan atau didalam statistik.

   Pertama adalah Angka. statistik pasti menghasilkan angka. Akan tetapi bukan berarti data qualitatif tidak bisa berhubungan dengan dengan statistik. Hal ini tidaklah benar karena ada cara agar hasil penilitian kualitaitif bisa di masukkan ke dalam statistik. Namanya adalah kuantifikasi. Hal ini mengubah hasil kualitatif yang seperti “cukup“ menjadi 70, “baik” menjadi 80, dan seterusnya. Sehingga kemudain bisa dipakai dalam statistik.

   Kedua adalah objektif. Objektif artinya tidak ada kira-kiraan atau prediksi pada proses menjalankannya, yang dalam hal ini adalah statistik. Sesuai dengan apa yang dihasilkan oleh sebuah penilitian. Jika hasilnya 0 (nol) maka hasilnya adalah 0 (nol).

   Ketiga adalah universal. Tempat pergerakan serta keterkaitan statistik sangat luas. Ini dapat digunakan dan diterapkan dalam banyak aspek ilmu. Seperti, dalam pendidikan, kesehatan, pertanian, kedokteran, kependudukan dan lain-lain.

Fungsi dan kegunaan

   Karena statistik bersifat universal maka pastinya kegunaanya cukup banyak, tapi bisa kita tarik beberapa kegunaan dasar oleh statistik tidak peduli dalam bidang ilmu apa.

Memberikan gambaran terhadap suatu gejala, keadaan, dan peristiwa secara khusus maupun secara umum

Membantu memantau naik turun suatu gejala, keadaan, dan peristiwa menurut waktunya.

Membantu dalam menguji suatu gejala, keadaan, dan peristiwa

Membantu menghubungkan suatu gejala, keadaan, dan peristiwa lainnya.

Membantu mengorganisasikan data agar lebih teratur, ringkas, serta jelas agar lebih mudah untuk dimengerti.

Menyimpulkan akan lebih mudah karena data dapat dengan mudah dimengerti.

Penggolongan Statistik

   Statistik dalam ilmu pengetahuan dibagi dalam 4 macam:

  1. Statistik deskriptif/deduktif/sederhana

   Statistik deskriptif menurut Suparman (1987) adalah ilmu statistik yang mempelajari tentang pengumpulan,pengolahan, penyajian dan penganalisaan data dalam suatu kelompok, dan hanya berlaku untuk kelompok itu sendiri. Hal ini bisa ditemukan di detail sebuah statistik di bagian yang penjelasan terhadap gambar sebuah bagan misalnya.

  1. Statistik inferensial/induktif/lanjut/mendalam

   Statistik inferensial menurut Zanten (1982) adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tata cara penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan populasi, berdasarkan data yang ada dalam suatu bagian dari populasi tersebut. Hal ini sependapat dengan Suparman (1987) yang menyatakan bahwa statistik inferensial adalah statistik yang mempelajari tata cara pengambilan kesimpulan secara menyeluruh (populasi) berdasarkan data sebagian (sampel) dari populais tersebut. Statistik inferensial adalah penjelasan lanjutan terhadap statistik deskriptif.

  1. Statistik parametrik

   Statistik parametrik adalah statistik yang digunakan untuk data yang berasal dari populasi atau sampel untuk populasi yang distribusinya normal.

  1. Statistik non parametrik

   Statistik parametrik adalah statistik yang digunakan untuk data yang berasal dari populasi atau sampel untuk populasi yang distribusinya tidak normal.

Menyajikan data dalam bentuk diagram

  1. Garis

   Penyajian data statistik dengan menggunakan diagram berbentuk garis lurus disebut diagram garis lurus atau diagram garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data statistik yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan.

Contoh: Berikut simulasi diagram garis, kamu dapat mengubah-ubah diagram garis yang ada.

  1. Diagram Batang

   Diagram batang umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang menunjukkan keterangan-keterangan dengan batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah Berikut simulasi diagram batang, kamu dapat mengubah-ubah diagram batang yang ada.

  1. Diagram Lingkaran

   Diagram lingkaran adalah penyajian data statistik dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagian-bagian atau persen dari keseluruhan. Untuk membuat diagram lingkaran, terlebih dahulu ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran. Perhatikan contoh berikut ini. Berikut simulasi diagram lingkaran, kamu dapat mengubah-ubah diagram lingkaran yang ada

penyajian Data dalam Bentuk Tabel Distribusi Histogram, Poligon dan Ogive

  1. Distribusi Frekuensi Tunggal

   Data tunggal seringkali dinyatakan dalam bentuk daftar bilangan, namun kadangkala dinyatakan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Tabel distribusi frekuensi tunggal merupakan cara untuk menyusun data yang relatif sedikit.

  1. Distribusi Frekuensi Kelompok

   Data yang berukuran besar (n > 30) lebih tepat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi kelompok, yaitu cara penyajian data yang datanya disusun dalam kelas-kelas tertentu. Langkah-langkah penyusunan tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut.

Langkah ke-1 menentukan Jangkauan (J) = Xmax – Xmin Langkah ke-2 menentukan banyak interval (K) dengan rumus "Sturgess" yaitu: K= 1 + 3,3 log n dengan n adalah banyak data. Banyak kelas harus merupakan bilangan bulat positif hasil pembulatan ke bawah. Langkah ke-3 menentukan panjang interval kelas (I) dengan menggunakan rumus:

I = J/K

Langkah ke-4 menentukan batas-batas kelas. Data terkecil harus merupakan batas bawah interval kelas pertama atau data terbesar adalah batas atas interval kelas terakhir. Langkah ke-5 memasukkan data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dan menentukan nilai frekuensi setiap kelas dengan sistem turus.

  1. Histogram

   Dari suatu data yang diperoleh dapat disusun dalam tabel distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk diagram yang disebut histogram. Jika pada diagram batang, gambar batang-batangnya terpisah maka pada histogram gambar batang-batangnya berimpit.

  1. Poligon

   Apabila pada titik-titik tengah dari histogram dihubungkan dengan garis dan batang-batangnya dihapus, maka akan diperoleh poligon frekuensi. Berdasarkan contoh di atas dapat dibuat poligon frekuensinya.

  1. Distribusi Frekuensi Kumulatif

Daftar distribusi kumulatif ada dua macam, yaitu sebagai berikut.

a. Daftar distribusi kumulatif kurang dari (menggunakan tepi atas)

b. Daftar distribusi kumulatif lebih dari (menggunakan tepi bawah).

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh data berikut ini.

  1. Ogive (Ogif)

   Grafik yang menunjukkan frekuensi kumulatif kurang dari atau frekuensi kumulatif lebih dari disebut poligon kumulatif. Poligon kumulatif dibuat mulus, yang hasilnya disebut ogif. Ada dua macam ogif, yaitu sebagai berikut.

a. Ogif frekuensi kumulatif kurang dari disebut ogif positif.

b. Ogif frekuensi kumulatif lebih dari disebut ogif negatif.

referensi :

http://saridewikartyas.blogspot.com/2017/12/bentuk-bentuk-penyajian-data-statistika.html

http://kumpulantugassekolahdankuliah.blogspot.com/2014/03/statistik-pendidikan.html

https://masguruonline.wordpress.com/2013/05/08/statistika-pendidikan/