Loading...

Loading...

Apa itu skema warna

Ditulis oleh zidan Pada 06 August, 2020

Bagikan :


Apa itu skema warna


Hari ini saya akan berusaha untuk menjelaskan kepada Anda hal-hal yang perlu di ketahui tentang Skema warna.

Pernahkah Anda melihat desain yang tidak baik di mata ?

Salah satu hal yang dapat menyebabkan hal ini adalah kombinasi warna yang tidak baik.

Kalau Anda sudah belajar tentang desain maka Anda tentu paham terhadap pentingnya kontras dalam desain.

Nah, dalam teori warna atau dalam hal ini skema warna itu hal ini menjadi lebih penting lagi karena pada dasarnya skema warna yang baik adalah kombinasi warna yang memiliki kontras yang jelas.

Skema warna sebenarnya adalah hal yang sudah ada di sekitar kita, mulai dari bagaimana campuran warna di eksterior rumah Anda, interior rumah Anda, sekitaran Anda sekarang, bahkan sampai ke pada blog yang sedang Anda baca sekarang.

“ Skema warna hanyalah sebuah kumpulan dari warna-warna yang bagus di lihat. “

Hal ini tidak benar, karena semua warna itu pada dasarnya indah.

The Color Wheel

Agar mempermudah kita mengerti skema warna, maka kita di pastikan menggunakan color wheel atau yang di artikan ke indonesia menjadi roda warna.

Roda warna atau lingkaran warna ini pertama di gambar oleh Isaac Newton pada 1666.

Roda warna ini di buat dengan harapan dapat membantu kita memilih warna yang cocok dengan desain kita. Ada banyak variasi dari roda warna ini, akan tetapi yang paling terkenal adalah sebagai berikut.

roda-warna.png

Bedanya skema warna (color scheme) dengan palet warna (color palette)

Mungkin Anda pernah mendengar color palette atau jika di indonesia-kan menjadi palet warna.

Mungkin Anda bertanya apa bedanya skema warna dengan palet warna karena hal ini bisa membuat kita lebih paham terhadap skema warna.

Jadi pada intinya beda dari skema warna dengan palet warna adalah sebagai berikut.

Skema warna adalah kerangka kita terhadap bagaimana kita mengambil atau dengan kata lain memilih sebuah warna lalu membentuk kumpulan warna.

Palet warna adalah kumpulan warna yang telah kita pilih. Tentu saja hal ini sebenarnya di ambil dari skema warna, akan tetapi terkadang kita tidak sadar karena kita belum mengerti terhadap skema warna.

Tipe-tipe skema warna

Ada beberapa tipe dalam skema warna. Akan tetapi pada dasarnya skema warna bisa di bagikan menjadi dua yaitu Monochromatic dan Polychromatic.

Berikut penjelasan-nya.

Monochromatic

Monochromatic adalah skema warna yang paling mudah di mengerti karena skema warna yang satu ini hanya menggunakan satu warna atau dengan kata lainnya satu hue.

Satu warna tadi kemudian di berikan atau dipengaruhi dengan tints, tones, and shades.

Tints adalah seberapa ringan-nya sebuah warna, di mana ringan di sini adalah lebih condong kepada putih.

Berikut ilustrasi-nya.

tints - reverese .png

Shades adalah seberapa berat sebuah warna, di mana berat di sini adalah semakin gelap.

Berikut ilustrasi-nya.

shades - reveresed.png

Sedangkan kalau tones adalah gabungan dari putih dan hitam menjadikannya lebih abu-abu.

Polychromatic

Berbalik dengan Monochromatic yang menggunakan satu warna saja, Polychromatic menggunakan beberapa warna.

Hanya perbedaan dalam hal pembatasan pemilihan warna atau kadang di sebut hue, antara Polychromatic dengan Monochromatic.

Kelebihan dan kekurangan dari Monochromatic vs Polychromatic

Tentu ada kelebihan dan kekurangan dari memilih sesuatu, begitu pula Polychromatic dengan Monochromatic.

Monochromatic

Kelebihan

Lebih mudah untuk di harmonisasikan karena pada dasarnya mereka satu warna.

Kekurangnnya

Terkadang menjadi membosankan karena semuanya terlihat sama (kalau tidak bijak dalam menggunakannya)

Polychromatic

Kelebihan

Lebih banyak pilihan warna sehingga Anda bisa berkreasi lebih liar. Kekurangnnya

Terkadang susah dalam mencapai harmonisasi warna karena terkadang kombinasi warna-nya tidak saling mendukung.

Kesimpulan Monochromatic vs Polychromatic

Kesimpulannya adalah ketika Anda ingin menggunakan skema warna yang lebih “simpel”, maka Anda sebaiknya menggunakan monochromatic, bukan berarti polychromatic itu jelek, karena dengan menggunakan skema warna seperti berarti Anda di suguhkan dengan plihan yang lebih banyak atau bahkan hampir tak terbatas.

Jadi gunakanlah skema warna yang sesuai keseluruhan dan keharmonisan dari hal yang ingin Anda warnai.

Berikut adalah macam-macam Polychromatic yang di harap dapat mempermudah kita menemukan harmonisasi warna.

Complementary

Complementary color atau warna yang saling melengkapi adalah skema warna yang menggabungkan warna saling bertolak belakang seperti contohnya adalah warna hijau dengan merah.

Berikut ilustrasi-nya.

complementer.png

Complementary color sendiri bisa di katakan tidak cocok di sanding-kan dengan tulisan (warna hitam dan putih) karena akan aneh kelihatannya.

Berikut ilustrasi-nya.

complementer2.png

Akan tetapi Complementary color sangatlah cocok ketika kita ingin membuat desain yang kontras-nya terlihat jelas atau dengan istilah standout.

Analogous

Skema warna Analogous adalah Skema warna yang di ambil dari warna yang saling berdekatan.

Berikut ilustrasi-nya.

anlogues.png

Skema warna Analogous sendiri sangat enak untuk di pandang karena hal ini sebenarnya biasa kita temukan di alam liar.

Triadic

Skema warna Triadic adalah ketika kita menggunakan segitiga saat mengambil warna dalam roda warna, atau dengan kata lain adalah skema warna yang setiap warnanya memilki jarak yang seimbang.

Dalam menggunakan skema warna yang ini kita perlu hati-hati, jangan sampai warna lain tidak “nyambung” antara yang satu dengan yang lain.

Usahakan memilih satu warna utama lalu keduanya sebagai pelengkap atau pembantu.

Berikut ilustrasi-nya.

Triadic.png

Tetradic

Tetradic, terkadang juga di katakan sebagai dua pasangan Complementary color, hal yang membuat tetradic cukup sulit untuk di gunakan karena complementary color pada dasarnya adalah skema warna yang cukup konstras, apalagi hal ini dua pasangan complementary color, maka akan lebih sulit membuat harmoni dari skema warna ini.

Berikut ilustrasi-nya.

Tetradic.png

Skema warna yang tidak masuk keduanya

Skema warna berikut tidak saya tahu keberadaannya dalam teori warna, akan tetapi tidak bisa di pungkiri kalau skema warna ini benar-benar ada dan ada yang menuliskannya.

Karena pada dasarnya skema warna itu hanyalah alat, jadi saya memutuskan memasukkan semua hal yang bisa saya temukan.

Achromatic

Skema warna achromatic adalah skema warna yang bisa di bilang tidak menggunakan warna (hue) sama sekali, dalam hal ini yang ada hanya shades yang di permainkan yang pada akhirnya menghasilkan abu-abu, putih, dan hitam.

Skema warna ini lebih sering saya lihat di gunakan ketika mendesain rumah, entah itu interiornya atau pun eksteriornya.

Pengaplikasiannya juga terkadang tidak benar-benar hitam-putih-abu-abu saja, akan tetapi terkadang ada warna lain dari benda lain. Seperti gagang pintu yang berwarna emas.

Sangat mudah mendapatkan suasana yang “minimal”, “bersih”, dengan menggunakan skema warna ini.

Berikut adalah contoh palet warna yang menggunakan skema warna neutral.

achromatic.png

Neutral

Pada dasarnya skema warna ini lebih kepada warna-warna yang “lembut”. terkadang juga di tandai dengan warna kulit, walaupun sebenarnya terkadang tidak harus warna kulit, selama warnanya “lembut”.

Sama seperti Achromatic, Neutral juga lebih sering di gunakan dalam desain rumah. Terutama untuk warna latar belakang yang akan mudah di dapatkan kontrasnya jika di dekatkan dengan warna yang lebih “keras”.

Berikut adalah contoh palet warna yang menggunakan skema warna neutral.

neutral.png

Reference :

https://en.wikipedia.org/wiki/Color_scheme

https://www.shutterstock.com/blog/color-scheme-definitions-types-examples

https://www.tigercolor.com/color-lab/color-theory/color-theory-intro.htm

https://divaofdiy.com/choosing-color-schemes-monochromatic-vs-polychromatic/

https://www.interiordezine.com/color/achromatic/#:~:text=An%20achromatic%20color%20scheme%20is,or%20blue%20to%20the%20neutrals.

http://www.audreyalamode.com/blog-audreyalamode/color-101





Loading...




Loading...