Loading...

Loading...

Bisakah Penelitian Kualitatif Memiliki Statistik ?

Ditulis oleh zidan Pada 20 November, 2020

Bagikan :


Bisakah Penelitian Kualitatif Memiliki Statistik ?

Photo by Annie Spratt on Unsplash

Pertanyaan di atas adalah hal yang muncul ketika saya sedang belajar tentang statistik, atau lebih tepatnya statistik dalam pendidikan.

Mungkin ada di antara kita yang sudah pesimis terlebih dahulu terhadap keberadaan statistik dalam penelitian kualitatif.

Sebelum kita melangkah lebih jauh mungkin kita bisa melihat perbedaan dari penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif di bawah ini.

Perbedaan Penelitian Kualitatif dengan Penelitian Kuantitatif

Pada dasarnya penelitian kuantitatif pasti menggunakan statistik; menggunakan angka, seperti rata-rata, persentasi, atau populasi. Sedangkan kalau penelitian kualtitatif itu biasanya tidak menggunakan metode statistik.

Gambarannya seperti ini, di lakukan penelitian kuantitatif terhadap ketidaksukaan siswa terhadap gurunya menghasilkan persentasi 70%. Kita pun bisa melanjutkan penelitian ini dengan melakukan wawancara terhadap 30% siswa yang menjawab kebalikan dari kebanyakan dengan menanyakan apa alasan mereka menjawab seperti itu, jawabannya di tulis secara bebas, dan tidak ada nomor yang berhubungan dengan jawaban mereka.

Kalau di lihat di atas mungkin kita semua sudah beranggap kalau kualitatif itu tidak bisa menggunakan statistik, akan tetapi setelah membaca sedikit saya menemukan bahwa Jawaban SIngkat dari petanyaan bisakah penelitian kualitatif memiliki statistik ? adalah Bisa.

Kenapa ? Anda tanyakan.

Berikut penjelasannya.

Kontroversi

Sepertinya tidak layak jika saya tidak memulai dari kontroversi yang ada di dunia penelitian terhadap apakah penelitian kualitatif bisa memiliki statistik atau tidak.

Di sejarah tercatat kalau perdebatan ini di mulai sejak 1970an, di mana para peneliti secara keras menolak adanya penggunaan statistik di penelitian kualitatif karena masalah filosofi. Saya memanggil orang-orang ini sebagai puritan kualitatif. Para puritan kualitatif menganggap kalau data berbentuk angka tidak bisa di bandingkan atau mungkin bisa di anggap lebih rendah jika di bandingkan dengan hal yang yang di percayai oleh puritan kualitatif yaitu konstruktivis yang sederhananya menolak adanya filosofi objektifitas

Politik

Terkadang para puritan kualitatif memiliki penelitian kualitatif yang kemudian di tuntut untuk menambahkan angka oleh penguji yang memiliki orientasi kuantitatif, menganggap keberadaan angka sebagai kunci dari penelitian yang valid dan tergeneralisasi.

Hal ini tentu saja mendorong lebih jauh para puritan kualitatif untuk lebih keras dalam melawan tekanan yang di berikan oleh ketidakadilan ini.

Pekerjaan etnografi, sebuah tulisan yang mengobservasi sebuah budaya, sosial, serta komunitas tertentu. Hal ini pada dasarnya sangat berbahaya kepada penguasa-penguasa yang tidak ingin di ketahui secara mendalam rahasia nya.

Hal ini terjadi karena penelitian kualitatif menolak membatasi pertanyaannya serta menentukan terlebih dahulu metode yang di gunakan. Hal ini berbeda dengan penelitian kuantitatif yang menentukan hipotesa, metode, data yang akan di ambil terlebih dahulu sebelum melakukan penelitian, sehingga membuat hal-hal yang pada dasarnya berbahaya secara politik atau untuk pihak tertentu dapat dihentikan sebelum berjalan.

Walaupun sebuah penelitian kualitatif terhadap isu politik yang memiliki hasil yang tidak baik untuk pihak tertentu ini dapat berjalan atau pun selesai tanpa dihentikan oleh pihak yang di rugikan, pihak yang di rugikan sering kali melawan atau mematikan hasil penelitian tersebut dengan menganggap penelitian ini sebagai anekdot atau tidak akurat karena tidak di dukung dengan angka.

Hal ini pernah terjadi di belgia di mana seorang peneliti bernama Renee Fox yang mengungkap aspek politik dari struktur dan pendanaan sebuah penelitian yang menghasilkan perdebatan yang sangat besar dan kritik nya berputar pada fakta bahwa penelitiannya tidak saintifik karena tidak menggunakan statistik.

Mixed method (metode penggabungan dari kualitatif dengan kuantitatif)

Bagi kalian yang sudah terbiasa dengan istilah di atas mungkin sudah tahu pula jawaban dari pertanyaan Bisakah penelitian kualitatif memiliki statistik ? dapat di jawab dengan menggunakan mixed method.

Seperti yang di jelaskan di atas, terkadang penelitian kualitatif itu di tuntut untuk memberikan statistik atau angka ke dalamnya.

jadi apa itu mixed method ? mixed method adalah metode yang mengumpulkan, menganalisa, dan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif.

Jadi tentu saja ada statistik di dalamnya karena pada dasarnya mixed method memiliki penelitian kuantitatif di dalamnya.

Jika Anda masih pemula dalam menggunakan metode tertentu atau bahkan dalam melakukan penelitian sebaiknya Anda menjauh terlebih dahulu dari menggunakan Mixed method, alasannya karena tidak seperti pengertian singkat yang saya berikan di atas, melakukan penelitian mixed itu berat, dikarenakan pemahaman yang di butuhkan dari penelitian kuantitatif dan kualitatif itu harus selesai dahulu karena beberapa peneliti menganggap kalau mixed method itu bukan hanya menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif saja, akan tetapi kita perlu membuat sebuah dialog dari cara kedua metode penelitian ini melihat, interpretasi, dan mengetahui.

Referensi

https://www.statisticshowto.com/research-methods-qualitative-research-and-quantitative-research/#:~:text=Qualitative%20research%20is%20not%20part,extended%20to%20a%20wider%20population.

https://en.wikipedia.org/wiki/Constructivism_(philosophy_of_science)#:~:text=Constructivism%20is%20a%20view%20in,models%20of%20the%20natural%20world.

Maxwell, J. A. (2010). Using Numbers in Qualitative Research. Qualitative Inquiry, 16(6), 475–482. https://doi.org/10.1177/1077800410364740





Loading...




Loading...