Loading...


Cara Menangani Argumen

Ditulis oleh zidan Pada 24 April, 2021

Bagikan :


Cara Menangani Argumen


Berargumen sangat sering terjadi di kehidupan sehari-hari penulis, mulai dari hal terkecil sampai dengan hal-hal yang besar, mulai dari orang yang lebih muda sampai kepada orang yang lebih tua dari penulis.

Tentu saja hal itu mendorong penulis mencari cara yang baik untuk menangani argumen.

Penulis kemudian menemukan sebuah tulisan dari medium (referensi di bawah), tentang cara berargumen.

Expektasi pun muncul ketika hendak membaca tulisan itu, apakah ini dapat membantu penulis menang lebih banyak dalam berargumen ?

jawabannya ternyata dugaan ku salah.

Hal ini karena inti tulisan itu ternyata berusaha untuk membagikan kepada kita cara lain melihat argumen.

Penulis merasa bahwa ada hal yang layak untuk di coba ketika selanjutnya Anda berargumen dengan seseorang, setidaknya hal ini bisa membantu kita melihat dari perspektif yang baru.

Mantra yang ia pakai berupa pertanyaan yang jika sedang beragumen coba tanyakan ini kepada dirimu :

“do i want to be happy or to be right ?”

Artinya : “apakah saya ingin bahagia atau saya ingin menjadi benar ? ”

Pasti Anda sering berdebat atau beragumen dengan seseorang, mungkin Anda suka melakukan kegiatan itu atau mungkin juga Anda tidak suka melakukan kegiatan ini.

Walaupun bagi penulis, hal ini terasa menyenangkan, karena penulis suka menantang sebuah ide dan berusaha untuk melihatnya dari sisi yang berbeda.

Akan tetapi, setelah membaca buku “How to Win Friends and Influence Others” oleh Dale Carniage. Di tambah dengan tulisan di medium, penulis mulai berfikir ulang terhadap “kesukaan” terhadap berdebat atau berargumen.

Mungkin ada baiknya kita pahami dahulu apa itu argumen ?

Menurut KBBI, Argumen /ar·gu·men/ /argumén/ adalah alasan yang dapat dipakai untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan;

Saya rasa sudah jelas apa itu argumen hanya dengan melihat pengertian di atas.

Lalu apakah berargumen dan berdebat itu sama ?

Menurut KBBI lagi, berargumen/ber·ar·gu·men/ v berdebat dengan saling mempertahankan atau menolak alasan masing-masing

Sedangkan kalau berdebat/ber·de·bat/ v bertukar pikiran tentang suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat;

Jadi pada intinya sama, yaitu mempertahankan pendapat.

Selanjutnya menjawab pertanyaan kenapa manusia ketika berdebat selalu ingin menang sendiri ?

Menurut ilmu Psikologi manusia mengembangkan kemampuan mempertahankan pendapat bukan karena kita ingin menjadi lebih pintar atau bahkan lebih kritis, akan tetapi alasan utamanya adalah untuk membuat kita menjadi lebih tenar, atau dengan kata lain mendapatkan tahta. Hal ini karena memenangkan debat dapat membuat kita merasa aman, sekaligus membuat kita menjadi terlihat pintar, lebih jago, dan lain-lain.

Hal ini karena Dalam ilmu Psikologi, manusia selalu cenderung memilih “bukti” yang bisa mendukung apa saja yang bisa membantu dirinya, serta dengan sendirinya menghiraukan semua hal yang tidak membantu dirinya.

Hal ini sebenarnya masuk akal, masuk akal karena hal ini dalam pertumbuhan manusia, menang dalam perdebatan dapat membantu ia mendapatkan status yang lebih tinggi. Akan tetapi, penulis merasa kalau hal ini sudah tidak terlalu benar lagi, mungkin memang membantu manusia, tapi dalam waktu yang singkat saja. Jika di lihat dari skala yang lebih besar, kita bisa melihat kalau memenangkan perdebatan itu tidak selamanya membantu kita, bisa saja kita hanya melukai seseorang, sehingga secara sosial malah membuat kita menjadi rendah di mata orang.

Kesimpulan

Kita semua pasti pernah berargumen dengan seseorang, akan tetapi pasti Anda sadari bahwa tidak semua argumen itu layak untuk di lakukan.

Terkadang hal yang benar untuk di lakukan adalah dengan membiarkan seseorang menang, sehingga Anda bisa menghilangkan “masalah” yang bisa membuat Anda stress, Anda pun dengan sendirinya bisa lebih fokus kepada hal yang Anda ingin lakukan

Referensi :

https://forge.medium.com/this-question-will-help-you-win-any-argument-6162e6431d13

https://kbbi.web.id/debat

https://kbbi.web.id/argumen





Loading...




Loading...