Kehilangan Motivasi ?

Ditulis oleh zidan Pada 07 March, 2020

Bagikan :




Anda adalah seorang pemimpi ? jika iya. Maka kemungkinan besar Anda memiliki banyak sekali tugas atau target kehidupan yang ingin Anda selesaikan ataupun tugas yang perlu Anda selesaikan, akan tetapi Anda malah tidak punya semangat untuk melakukan semua itu.

Kalau hal ini pernah terjadi kepada diri Anda. Maka tulisan ini dibuat untuk Anda. Pertama-tama, kalaupun hal ini terjadi kepada diri Anda.

Anda tidak perlu merasa sedih atau merendahkan diri Anda.

karena percaya saja semua orang akan merasakan kehilangan motivasi yang berbeda-beda sesuai dengan kasus mereka masing-masing.

Terutama kepada orang-orang yang sedang mengejar mimpinya atau berusaha untuk memperbaiki dirinya menjadi manusia yang lebih baik. Perjalanan untuk terus berusaha keluar dari zona nyaman dan menempa diri sendiri yang tidak jarang melelahkan.

Disini saya mau membagikan cara-cara yang saya temukan untuk meningkatkan atau menumbuhkan motivasi kita kembali.

Berikut adalah daftar judulnya :

  1. Ingat kembali mimpi Anda !
  2. Keluar dari rutinitas Anda (ganti sedikit juga tidak apa-apa)
  3. Cobalah untuk beristirahat.
  4. Bersosialisasilah
  5. Percayalah pada diri Anda sendiri (hargai pencapaian Anda)
  6. Lakukan hal yang Anda sukai
  7. Olahragalah
  8. Perbaiki mimpi (tujuan) Anda

Ingat kembali mimpi Anda !

Ingatkan diri Anda kenapa Anda melakukan hal-hal yang Anda lakukan sekarang. Ingat kembali semua hal-hal hebat yang ingin Anda capai.

Mungkin Anda berusaha untuk mencapai kenyamanan tertentu. Bisa saja Anda berusaha untuk keluar dari kesulitan tertentu. Apa pun coba fokus pada bagian positifnya.

Karena terkadang kita hanya lupa terhadap mimpi (tujuan) yang membuat kita melakukan hal-hal susah yang sedang kita lakukan sekarang.

Ingatkan kembali diri Anda terhadap mimpi apa yang Anda ingin capai.

Hal ini berhubungan erat dengan mengaitkan pekerjaan Anda dengan kesenangan Anda. Hal ini penting karena jangan sampai Anda melakukan hal yang Anda lakukan berdasarkan ketakutan. Hal ini mungkin saja tidak apa-apa dalam jangka pendek. Akan tetapi akan sangat merusak diri Anda sendiri dalam perjalanannya.

Jadi coba ingatlah kembali kenapa Anda bermimpi seperti itu?

Apakah semua hal yang Anda lakukan sekarang didasari dari ketakutan ?

Cobalah berfokus terhadap kesenangannya atau kenyamanannya.

Keluar dari rutinitas Anda (ganti sedikit juga tidak apa-apa)

Mungkin saja hal yang membuat Anda kehilangan motivasi adalah karena melakukan hal-hal yang sama berulang kali terlalu banyak. Hal ini tentu saja dapat memunculkan kejenuhan kepada diri Anda sendiri. Jadi, cobalah untuk keluar dari rutinitas yang sedang Anda lakukan atau kalau rutinitasnya tetap harus dilakukan karena rutinitasnya tidak tergantikan, cobalah untuk mengubah urutannya. Contohnya adalah mungkin saja dengan mengambil liburan dari tempat kerja Anda dengan pergi ke tempat yang belum atau jarang Anda pergi. Beristirahatlah

Anda merasa kewalahan?

Cobalah untuk beristirahat.

Mungkin saja karena Anda terlalu semangat dalam melakukan sesuatu sehingga Anda merasa perlu melakukan semua hal secepat mungkin dan sebagus mungkin. Terkadang hal ini terjadi, ketika kita sangat menyukai pekerjaan kita, sampai-sampai kita lupa bahwa manusia juga butuh untuk beristirahat. Hal ini tidak apa-apa dalam beberapa waktu, bahkan saya berani mengatakan bahwa Anda memang perlu untuk melakukan hal-hal ini untuk terus meningkat dalam perjalanan mencapai mimpi Anda. Akan tetapi Anda pun perlu untuk tenang, diam, dan beristirahat. Terkadang kita lupa akan pentingnya untuk tenang dan tidak melakukan apapun yang mungkin bagi sebagian orang hal ini terlihat tidak produktif. Akan tetapi ketika Anda melakukan hal ini dan berusaha untuk tenang lebih sering maka Anda akan malah mengerjakan pekerjaan Anda lebih cepat dan lebih bagus.

Terkadang kita cuma butuh beristirahat. Bermeditasilah atau berdoa

Seperti yang saya katakan (tuliskan) sebelumnya, terkadang kita perlu untuk tenang (beristirahat). Akan tetapi, terkadang kita tidak bisa tidur atau bahkan berbaring pun terasa tidak benar. Hal yang saya tawarkan adalah cobalah untuk bermeditasi. Ada banyak macam meditasi yang bisa kita lakukan. Akan tetapi karena saya seorang muslim. Saya melakukannya dengan bentuk berdoa kepada Tuhan saya.

Menurut pemahaman saya. Meditasi yang sering sekali dikatakan dan dilakukan oleh orang-orang hebat di dunia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan berdoa dalam Islam.

Mungkin perlu saya perjelas bahwa berdoa yang saya maksud disini adalah segala bentuk ritual yang berhubungan dengan Tuhan. Seperti berdzikir, sholat, dan lain-lain.

Bersosialisasilah

kalau Anda seperti saya, seorang introvert yang tentu saja tidak terlalu suka untuk pergi berinteraksi kepada orang lain. Terkadang kita lupa terhadap pentingnya bersosialisasi kepada orang lain.

Akan tetapi setelah melakukan penelitian dengan cara browsing di internet dan baca buku. Disini pun saya tersadar bahwa terkadang motivasi kita hilang karena kita hanya butuh untuk berbicara kepada orang lain.

Hal ini sering sekali terjadi kepada saya. Saya pun terkadang langsung berusaha untuk mencari teman untuk di ajak nonkrong atau diajak bicara. Saya pun terkadang langsung mendapatkan kebahagiaan atau motivasi saya kembali ketika saya telah melakukan interaksi yang “baik” kepada orang lain.

Hal ini sebenarnya sangat didukung oleh penelitian dan beberapa buku yang saya baca sangat mengedepankan kemampuan manusia sebagai makhluk sosial yang menurut pemahaman saya adalah pedang bermata dua. Perumpamaannya adalah kita bisa mengalahkan gajah yang besar jika kita bekerja bersama, akan tetapi kita tidak bisa melakukannya sendiri jadi kita butuh orang lain.

Jadi cobalah untuk bersosialisasi lebih banyak.

Percayalah pada diri Anda sendiri (hargai pencapaian Anda)

Terkadang kita hanya tidak percaya terhadap kemampuan kita sendiri.

Terkadang kita meragukan apakah kita benar-benar bisa mencapai mimpi kita.

Kalau Anda merasakan hal seperti ini, cobalah untuk mengingat kembali apa saja hal-hal membanggakan yang telah Anda berhasil lakukan. Hal-hal ini mungkin bagi orang lain tidak hebat, akan tetapi bagi Anda mungkin adalah sesuatu yang sangat luar biasa.

Contohnya adalah saya dulu pernah peringkat 27 dan setelah berusaha sedikit saya berhasil masuk kedalam peringkat 15. Walaupun hal ini mungkin terasa aneh atau kecil bagi orang lain, akan tetapi bagi saya, hal ini sangat membanggakan apalagi saya mencapainya tanpa menghentikan jadwal main game saya, yang waktu itu bisa dibilang cukup “keras”.

Anda perlu percaya bahwa Anda itu pantas untuk mendapatkan kesempatan untuk berubah atau meningkatkan diri Anda.

Hargai pencapaian Anda. (berikan diri Anda hadiah) Kita terkadang lupa untuk memberikan diri kita sebuah “hadiah” dan hal ini dapat menghilangkan semangat kita dalam menjalani rutinitas kita.

Coba berikan diri Anda hadiah terhadap hal terkecil apapun terhadap proses yang telah Anda lakukan dalam perjalanan meningkatkan diri Anda.

Cobalah untuk merenungkan seberapa jauh Anda telah melangkah karena terkadang kita lupa terhadap perkembangan yang kita sudah lakukan. Mungkin saja hal ini akan menyadarkan diri Anda sendiri seberapa jauh Anda telah berkembang dari diri Anda yang dulu.

Anda bisa memberikan hal kecil seperti membelikan diri Anda sendiri sebuah coklat atau benda yang memang Anda sukai.

“hadiah” nya sendiri tergantung dari apa yang Anda senangi.

Contohnya saya akan meluangkan waktu tertentu untuk diri saya sendiri untuk menonton anime, atau membaca komik.

Lakukan hal yang Anda sukai

Mungkin Anda bingung karena saya memberikan contoh memberikan hadiah tadi adalah dengan melakukan hal yang saya sukai. Sebenarnya kedua ini bisa saja berbeda. Kebetulan saya memberikan hadiah kepada diri saya dengan kegiatan akan tetapi, bisa saja Anda memberikan hadiah kepada diri Anda dengan sebuah barang. Seperti membeli mobil impian.

Lakukan hal yang Anda sukai disini bisa saja adalah kegiatan yang “produktif”. Seperti menulis blog (hehe), menggambar, membuat musik, bermain bola, dan lain-lain.

Terkadang kita memiliki kewajiban yang berbeda dengan kesenangan kita. Ketika Anda sudah merasa lelah dalam melakukan kewajiban Anda, tak ada salahnya untuk melakukan hal yang senangi.Terkadang melakukan hal yang kita sukai dapat membangkitkan kembali semangat yang hilang tadi. Hal ini bisa saja tidak ada hubungannya dengan apa yang Anda kerjakan dan mungkin Anda akan terlihat “kabur” dari tanggung jawab atau tugas-tugas yang perlu Anda kerjakan. Jadi, kita perlu sekali untuk menyeimbangkannya.

Contohnya, kalau bagi saya sendiri adalah dengan ngoding.

Hal ini juga dengan sendirinya membuat Anda keluar dari rutinitas Anda.

Olahragalah

Tidak ada salahnya untuk berolah raga walaupun hal itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan Anda.

Anda akan lebih mudah dalam mengembangkan kemampuan apapun yang ingin Anda punya akan sangat bergantung terhadap seberapa lama Anda bisa melakukannya. Dengan kata lain, seberapa lama Anda bisa melakukannya dengan tubuh Anda. Jadi, Anda sangat perlu untuk melakukan olahraga.

Olahraga itu sendiri bisa membuat Anda menjadi penambah dopamin (zat yang dihasilkan otak ketika kita bahagia) yang dengan sendirinya menambah atau memperbaiki mood Anda yang sedang menurun.

Perbaiki mimpi (tujuan) Anda

Mungkin saja, mimpi Anda tidak ada hubungannya dengan membantu orang lain.

Mungkin saja Anda tidak merasa perlu untuk menghubungkan mimpi Anda dengan membantu orang lain.

Jika Anda seperti ini, tolong pertimbangkan untuk mengubah sedikit mimpi Anda sehingga mimpi Anda ada hubungannya dengan membantu orang lain.

Hal ini cukup penting karena seperti yang kita tahu bahwa manusia itu makhluk sosial, dan kita sangat butuh terhadap orang lain, tidak hanya dalam berinteraksi saja, akan tetapi hal ini lebih besar daripada itu.

Kita memang sudah di rancang dari lahir untuk senang membantu orang.

Hal ini dibuktikan dengan adanya zat lain yang namanya oksitoksin yang cukup mirip dengan dopamin tadi, akan tetapi oksistoksin dihasilkan ketika kita membantu orang lain. Sedangkan dopamin dihasilkan ketika kita melakukan hal-hal untuk diri kita sendiri (bisa dihasilkan tanpa bantuan orang lain).

Memang terkadang susah untuk melakukan ini karena belum tentu orang lain itu menghargai bantuan kita. Akan tetapi percayalah tidak semua orang seperti itu. Tidak ada salahnya juga ketika Anda suka membantu orang lain.

Hal ini sudah dibuktikan oleh banyak penelitian seperti :

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2896234/