Mengenal Prokastinasi

Ditulis oleh zidan Pada 14 January, 2021

Bagikan :


Mengenal Prokastinasi


Terkadang kita melakukan sesuatu bukan karena hal itu penting, akan tetapi karena hal itu lebih menyenangkan saja, contohnya adalah ketika kita di memiliki tugas sekolah, hal ini terasa sulit untuk dikerjakan sehingga Anda menunda hal tersebut sampai batas waktunya sudah sangat dekat. Prokastinasi sangat sering terjadi baik di diri saya sendiri maupun di teman saya, sehingga mendorong saya untuk membuat sebuah tulisan yang semoga saja dapat memberikan pemahaman terhadap prokastinasi yang kemudian membuat kita bisa mengurangi prokastinasi.

Pengertian Prokastinasi

Prokastinasi hampir ada di setiap lini kehidupan, di dalam kehidupan sekolah, kantor, maupun dalam kehidupan kita sehari-sehari.

Jika kita melihat secara bahasa maka kita akan menemukan kalau kata Prokastinasi berasal dari bahasa latin yaitu procrastinare, pro- (maju), di tambah dengan -crastinus, (sampai besoknya). Jadi Prokastinasi adalah sebuah aksi di mana kita menunda atau memundurkan sebuah pekerjaan atau beberapa rantaian pekerjaan.

Prokastinasi sudah ada sejak dahulu, hingga filosofis seperti aristoteles memberikan kata tersendiri kepada Prokastinasi yaitu Akrasia.

Akrasia atau keadaan kurang kendali, dijelaskan sebagai situasi di mana kita melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kebijakan terbaik atau pengambilan keputusan yang secara sadar kita lakukan.

Tentu saja kita semua sadar kalau prokastinasi adalah hal yang baik, akan tetapi seperti yang di katakan di atas kalau situasi menunda waktu ini walaupun kita tahu adalah hal buruk di sebut dengan Akrasia.

Prokastinasi adalah hal yang wajar

Perlu kita ketahui juga bahwa ada banyak sekali penelitian yang menyelimuti prokastinasi. Hal ini berarti dua hal yaitu bahwa hal ini layak untuk di teliti atau dengan kata lain hal ini adalah masalah yang besar, lalu kedua fakta bahwa banyak orang yang peduli terhadap masalah ini. Di dalam beberapa penelitian yang saya temukan, terdapat banyak orang yang menyadari bahwa dirinya sendiri adalah seseorang yang melakukan prokastinasi atau dengan kata prokastinator. Prokastinasi paling sering terjadi dalam menulis skripsi atau tugas akademisi, jadi Anda perlu sadar kalau Anda tidak sendiri dalam hal ini.

Terus pertanyaan yang muncul adalah kenapa kita berprokastinasi ?

Jawabannya adalah karena ketika ada perpisahan antara kamu di masa depan dan kamu yang ada saat ini. Maksud saya adalah ketika kita ingin menjadi seorang yang pintar misalnya, nah hal ini adalah hal yang di inginkan oleh kamu yang ada di masa depan, hal ini karena dampaknya hanya di rasakan oleh kamu yang ada di masa depan, sedangkan kamu yang sekarang hanya ingin menikmati apa yang ada saat ini juga, yang terkadang tidak mendukung apa yang di inginkan kamu di masa depan, atau dengan kata lain mimpi kamu sendiri menjadi lebih pintar. Tentu saja ada beberapa hal yang harus di korbankan oleh kamu yang sekarang agar dapat mewujudkan keinginan kamu di masa depan, beberapa di antaranya seperti berhenti bermain game, lalu membaca buku setiap hari.

Mungkin Anda pernah mendengar tentang penelitian marshmellow, di mana di kumpulkan beberapa anak-anak yang di berikan satu marshmellow (sebuah makanan berwarna putih) terus di beritahukan jika ia menunggu satu jam maka anak-anak ini akan diberikan 1 makanan ini lagi. Beberapa anak kemudian memilih untuk makan sekarang atau dengan kata lain memakan 1 marshmellow, akan tetapi kemudian ada juga yang menunggu marshmellow kemudian untuk makan 2 marshmellow. Terbukti pada beberapa tahun kemudian ketika anak-anak ini sudah dewasa yang menunggu untuk memakan 2 marshmellow lebih sukses di bandingkan yang memutuskan untuk makan sekarang. Penelitian di atas membuktikan kalau ketika kita mengedepankan diri kita di masa depan di bandingkan diri kita sekarang maka kita akan lebih berhasil dalam hal apa pun.

Menembus batas

Ketika kita mendekati deadline atau batas waktu, maka hadiah atau hukuman kamu yang ada di masa depan mulai mendekat kepada kamu yang ada di masa sekarang.

Kalau Anda memperhatikan dengan baik, maka Anda akan sadar kalau semakin dekat dengan deadline maka hukuman atau tekanan kepada diri Anda sendiri akan terus meningkat, sehingga mendorong Anda untuk mengerjakan apa yang perlu Anda kerjakan, lalu setelah Anda berada dalam proses mengerjakan pekerjaan Anda, maka tekanan akan mulai menghilang dan membuat Anda merasa normal kembali.

Jadi bisa kita simpulkan bahwa hal yang sulit adalah memulainya, bukan mengerjakannya.

Memanfaatkan prokastinasi

Orang yang sering melakukan prokastinasi biasanya melakukan hal yang dinamakan sindrom siswa, di mana ia melakukan tugasnya dengan luar biasa fokus tepat sebelum batas waktu yang ada, dan menghilangkan keuntungan dari pemberian waktu yang ada.

Walaupun tidak selalu berhasil, akan tetapi sebenarnya dengan membagi atau memberikan batas waktu di sebelum batas waktu yang sebenarnya, maka kita dapat memanfaatkan prokastinasi itu, contohnya adalah jika kita di berikan tugas untuk menyelesaikan sebuah tugas yang harus di selesaikan dalam satu bulan, maka kita bisa membaginya menjadi 4 batas waktu sebelum batas waktu yang sebenarnya, atau dengan kata lain menggunakan setiap hari senin misalnya dalam satu bulan itu untuk mengerjakan sesuatu. Hal itu berdasarkan sebuah penelitian yang terkadang berhasil dan terkadang pula gagal.

Referensi :

Steel, P.; Brothen, T.; Wambach, C. (2001). "Procrastination and Personality, Performance and Mood". Personality and Individual Differences. 30: 95–106. doi:10.1016/S0191-8869(00)00013-1 https://jamesclear.com/procrastination#What%20is%20Procrastination https://en.wikipedia.org/wiki/Procrastination





Loading...




Loading...