Loading...

Loading...

Merangkul kebosanan

Ditulis oleh zidan Pada 07 May, 2020

Bagikan :


Merangkul kebosanan


Setelah saya tersandung video ini oleh Nathaniel Drew, yang pada intinya menjelaskan bahwa kita semua perlu berpikir ulang terhadap bagaimana cara kita menanggapi kebosanan. Bahkan, kita mungkin saja perlu merangkul nya.

Saya sadar bahwa hampir semua orang di zaman ini, entah itu tua, dewasa, atau anak-anak akan selalu berusaha untuk “lari” dari kebosanan. Hal ini saya sadari ketika saya melihat peminat yang mencari tentang cara agar menghilangkan kebosanan itu cukup tinggi. Hal ini pun mengakibatkan saya dan teman saya menulis tentang bagaimana cara menghilangkan kebosanan.

Akan tetapi, saya pun mulai meragukan cara saya dalam memandang kebosanan.

Terutama dengan semakin banyaknya “hiburan” di dunia ini. Kesempatan untuk mengalihkan perhatian kita menjadi semakin mudah dan terjangkau. Bahkan, kita seolah-olah berusaha sekeras mungkin untuk menghindari kebosanan. Saya mengambil kata “seolah-olah” karena saya sendiri, secara tidak sadar melakukannya. Saya sendiri telah terjebak dalamnya. Hal ini tidak saya inginkan terjadi kepada Anda.

Ada hal menarik dalam video Nathaniel. Hal itu adalah tentang bagaimana Isaac Newton menemukan gaya gravitasi. Ternyata pernah terjadi wabah pada zaman Isaac Newton yang membuat dirinya berada dalam kondisi pengasingan oleh wabah juga. Hal ini berlangsung selama kurang lebih 3 tahun. Bayangkan saja seberapa bosan Isaac Newton selama pengasingan selama itu. Hal yang lebih menarik lagi adalah dari catatan oleh Isaac Newton sendiri mengatakan kalau masa pengasingan nya itu adalah masa yang paling kreatif dan inventif untuk dirinya.

Hal ini sebenarnya sejalan dengan hal yang pernah saya dengar di sumber lain, Marie Forleo contohnya, seseorang yang telah memenangkan beberapa penghargaan, mengatakan bahwa ketika ia mendapatkan masalah maka ia akan meminta kepada kru-nya agar memberinya waktu berolahraga. Dalam interviewnya yang lain ia mengatakan kalau hal ini ia lakukan untuk menjauh dari masalahnya, agar ia tak harus memikirkan masalah itu. Pikirannya pun akan lebih tenang, dan Dengan sendirinya solusi akan muncul.

Pernahkah Anda merasa kalau Anda di kendalikan oleh elektronik Anda. Jika Anda seumuran dengan saya yaitu seorang milenial dewasa maka Anda mungkin pernah mengalami yang namanya mengecek hp setiap jam atau bahkan setiap menit.

Ada penelitian yang mengatakan bahwa kita semua terlalu sering mengecek HP kita, hal ini terjadi karena kita itu selalu menunggu notifikasi masuk, karena hal ini terasa enak, dan hal ini memang enak, akan tetapi perasaan yang timbul dari kegiatan mengecek hp ini adalah rasa “enak“ yang tidak sehat. Hal ini karena kita bergantung kepada sebuah alat untuk mendapatkan kebahagiaan. Padahal ada banyak hal lain yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan perasaan yang “enak”.

Kegiatan yang bisa memberikan perasaan “enak” dalam bentuk yang sehat adalah kegiatan-kegiatan yang ketika di lakukan sebenarnya susah, akan tetapi kita berhasil dan mampu menyelesaikannya. Contohnya adalah mengerjakan pr yang susah, menulis essay (tidak kopi paste), dan lain-lain

Saya pun ingin menghubungkannya dengan Multitasking, Multitasking menurut penelitian ilmu saraf (neuroscience), adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Atau setidaknya tidak terjadi seperti apa yang kebanyakan dari kita pikirkan. Multitasking pada manusia tidak seperti apa yang terjadi pada komputer yang bisa menjalankan beberapa hal secara bersamaan.

Hal ini tidak bisa terjadi karena otak kita tidak bekerja seperti it. Kita hanya bisa berpindah-pindah dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan yang lainnya secara cepat. Hal ini berbahaya kalau kita secara terus menerus melakukan hal ini dengan cepat dan dalam durasi yang lama. Kata peneliti ilmu saraf, kita akan menghabiskan glukose (gula) pada setiap pemindahan-nya yang dasarnya terbatas.

Anda pun tidak perlu terlalu sedih jika Anda sadar terperangkap dan selalu ingin mengecek HP Anda karena semua sosial media, semua hal yang bersifat hiburan dalam HP kita memang di rancang untuk menjaga Anda dalam memberikan perhatian Anda kepada aplikasi yang di tersebut. Bahkan ada developer aplikasi terkenal yang mengatakan bahwa salah satu saingan terberat aplikasi adalah waktu tidur kita.

Saya tidak bermaksud untuk Anda meninggalkan atau membuang HP Anda, akan tetapi ada banyak penelitian yang mengatakan kalau kebanyakan dari kita itu secara sadar maupun tidak sadar menganggap HP bukan sebagai alat saja.

Hal ini mengkhawatirkan.

Stigma dari kecil

Waktu saya kecil, saya sering sekali di beri tahu bahwa kita tidak boleh merenung karena hal ini tidak menghasilkan apapun, akan tetapi setelah saya semakin dewasa dan belajar lebih banyak, sepertinya hal ini tidaklah benar sepenuhnya. Hal ini saya katakan karena kita tetap butuh untuk memberikan otak kita sebuah waktu untuk merenungkan dan merumuskan kembali semua informasi yang ada di otak Anda.

Bosan Penghasil Ide

Pernahkah Anda mendapatkan sebuah ide yang hebat ? sampai-sampai Anda bahkan tak tahu dari mana Anda bisa mendapatkan ide yang hebat itu.

Atau bagaimana dengan menyelesaikan masalah atau menjawab pertanyaan yang tadinya Anda tidak bisa jawab ?

Ada kemungkinan kalau Anda menemukan hal-hal ini bukan pada saat Anda dalam tekanan, akan tetapi ketika Anda santai atau bahkan dalam kondisi yang tidak fokus. Hal ini dapat terjadi pada saat Anda sementara membersihkan sesuatu misalnya.

Kalau Anda benar-benar tidak pernah mengalaminya, mungkin karena Anda kurang baca literasi atau mungkin saja Anda memang tidak pernah membiarkan diri Anda merasa bosan.

Penyebab bosan

Kebosanan terjadi ketika kita melakukan hal yang tidak kita sukai. Karena kita bosan maka kita akan susah untuk berfokus terhadap hal yang kita kerjakan. Biasanya ketika kita mendekati rasa bosan ini, kita akan mengambil kegaitan yang dapat mengisi waktu yang kita miliki seperti mengambil smartphone kita lalu membuka beberapa sosial media, mungkin melakukan interaksi atau cuma melihat status orang, atau mungkin saja kita bermain game untuk membuat pikiran kita tidak fokus ke dalam satu bidang atau dengan kata lain bosan.

Bagaimana jika terjebak ?

Akan tetapi, mungkin kita akan mendapatkan kondisi di mana kita tidak bisa mendapatkan dopamine atau pengisi kebahagiaan sementara yang berbentuk pengalih perhatian ini.

Seperti contohnya sekarang, di mana kita dilarang untuk keluar yang membuat kita terjebak dengan rutinitas yang membosankan. Kalau Anda seperti saya, maka Anda tetap akan mendapatkan kebosanan terhadap kegiatan pengalih perhatian ini jika di ulang secara berturut-turut.

Hal yang bisa kita lakukan

Dengan merangkul kebosanan, kita bisa saja menjadi lebih kreatif seperti orang-orang yang membagikan ceritanya di youtube ataupun dengan bukunya, atau postingannya. Apapun itu hal ini benar-benar terjadi, orang akan menjadi lebih kreatif ketika kita “bosan”. cobalah untuk memanfaatkan kebosanan ini untuk menciptakan sesuatu, mungkin saja dengan Anda merangkul kebosanan ini. Anda akan menghasilkan tulisan terbaik Anda, atau dalam bidang apapun yang Anda kerjakan.

Mungkin sekarang adalah kesempatan terbaik untuk merenungkan, memikirkan dan menghasilkan karya terbaik Anda.

Ada pepatah yang sering saya dengar bahwa tanpa hitam, kita tidak akan mengenal adanya putih, tanpa gelap, kita tidak akan mengenal cahaya, mungkin gelap dan hitam itu tidak menyenangkan akan tetapi terkadang hal ini perlu ada agar kita bisa menghargai cahaya.

Jadi, cobalah untuk mencoba merangkul kebosanan Anda, walaupun cuma sesaat.

Referensi :

https://www.youtube.com/watch?v=c73Q8oQmwzo

https://www.youtube.com/watch?v=HYRqc-4K0ck

https://www.youtube.com/watch?v=LKPwKFigF8U

https://link.springer.com/chapter/10.1057/9781137505545_17





Loading...




Loading...