Pengembangan Materi Kurikulum

Ditulis oleh zidan Pada 21 October, 2019

Bagikan :




Dalam proses untuk menjadi seorang guru yang baik akan diperlukan beberapa kemampuan yang harus dimiliki seorang guru yang baik. Salah satunya adalah bisa membuat kurikulum dan tidak berhenti disitu. Didalam kurikulum itu ada penyiapan materi yang harus sesuai dengan kebutuhan siswa. Dan seiring waktu gurupun terkadang akan terjebak dalam sebuah perulangan cara mengajar yang telah diajarkan seniornya. Seperti dengan cara mengajar ceramah setiap pekan, tes, lalu ujian, dan diakhiri dengan memasukkan nilai lagi. Tidak hanya hal ini membosankan untuk murid, hal ini lebih membosankan lagi kepada guru itu sendiri. Padahal seseorang seharusnya menikmati apa yang dia kerjakan, agar bisa mendapatkan kebahagian dan tentunya hasil yang lebih maksimal. Sehingga guru bahagia, murid bahagia, dan bos pun bahagia.

Materi yang baik terjadi jika seorang pengajar memiliki pengertian yang sama dengan muridnya terhadap suatu konsep yang di jelaskannya. Dalam proses pengajaran ada 3 komponen yaitu seorang guru, murid dan terakhir materi yang akan dijelaskan. Dalam mengajar ini bisa juga disebut sebagai komunikasi. Komunikasi sendiri adalah ketika seseorang didalam dirinya melakukan proses pembentukan, pengolahan, penyampaian, dan penerimaan. Dalam komunikasi terdapat beberapa komponen juga yaitu: merupakan sebuah proses, tujuannya jelas, bersifat simbolis, bersifat transaksional, menuntut partisipasi aktif dari pelakunya, dan dibatasi oleh waktu.

Tuntutan kepada setiap komponen agar komunikasi dapat berhasil

  1. Guru dituntut untuk memahami isi, terampil dalam menjelaskan, bisa menafsirkan pesan agar sesuai dengan level pendengar, dan mendapatkan kepercayaan anak muridnya.
  2. Siswa dituntut untuk memiliki kemampuan untuk memahami dan menafsirkan pesan, sadar bahwa informasi ini sangat penting untuk masa depannya.
  3. Informasi yang disediakan guru dituntut menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Ditambah dengan media yang sangat mendukung informasi yang disampaikan.

Tahap merancang bahan yang akan disajikan disebut juga dengan tahap intensi. Tahap ini dilanjutkan dengan tahap ekspresi, yaitu mengungkapkan apa yang telah disiapkan. Lalu selanjutnya tahap interpretasi dari apa yang disampaikan dari guru kepada siswa. Beberapa masalah yang mungkin ada dalam ketiga proses ini adalah :

Dosen pada tahap intensi kegiatan yang

  1. Tidak memiliki tujuan mengajar dan bahan ajar yang tidak pasti
  2. Tidak mampu berfikir logis terhadap materi yang akan dibicarakan.
  3. Tidak mampu melakukan analisis.
  4. Tidak memiliki referensi.
  5. Tidak mengerti kompetensi mengajar.
  6. Tidak menyukai siswa.

Dosen pada tahap ekspresi

  1. Miskin pembendaharaan kata.
  2. Berbicara tidak jelas, lirih, sengau, dan membentak-bentak.
  3. Kalimatnya panjang, bertele-tele, dan tidak jelas.
  4. Sering salah dalam mengucapkan kata dan menyusun kalimat.
  5. Tidak melakukan penekanan.

Siswa pada tahap interpretasi

  1. Tidak tertarik pada subjek.
  2. Tidak suka dengan dosennya.
  3. Ada gangguan pendengaran.
  4. Tidak dapat berfikir logis.

Faktor penghambat komunikasi dalam perkuliahan dapat diidentifikasi sebagai berikut :

  1. Faktor penguasaan bahasa.
  2. Terjadi komunikasi vertikal, berkomunikasi serasa guru lebih superior.
  3. Siswanya pasif, tidak bertanya dan kritis.
  4. Kelasnya terlalu besar.
  5. Dosen hanya memberi materi, serta tidak memberikan motivasi.
  6. Komunikasi hanya terjadi dalam kelas.
  7. Kemampuan berbicara dosen terbatas.

Jika ditemukan keadaan kelas yang tidak semangat lagi, seperti siswa loyo, atau mengantuk. Maka coba “menggerakkan” siswa yang bisa dalam beberapa bentuk seperti game. Dalam proses belajar yang sangat berperan penting adalah cara guru untuk memberikan ransangan belajar atau yang bisa kita sebut sebagai motivasi. Hal ini bisa berasal dari dalam maupun dari luar. Perlu diketahui oleh guru bahwa pembelajar itu sifatnya berlanjut. Maksudnya perlu ada pengetahuan sebelumnya untuk mempelajari sesuatu yang baru. Jika tidak ada pengetahuan sebelumnya, pembelajaran akan dengan sendiri membuat siswa bosan dan tentunya kesusahan untuk mendapatkan pengetahuan. Hal lainnya yang diperlukan oleh seorang guru adalah kemampuan melakukan public speaking. Hal ini penting karena guru akan sangat terbantu jika mampu menyentuh perasaan siswanya dengan pidatonya atau pengajarannya. Ada 4 proses yang akan dilalui siswa dalam belajar Proses orientasi atau yang bisa disebut juga sebagai proses pengenalan terhadap subjek yang akan dipelajari mulai dari strukturnya, isinya, hubungannya dengan pelajaran lain. Pemberian ilmu yang dibutuhkan atau sekedar pengingat terhadap pelajaran sebelumnya yang dibutuhkan ketika ingin mempelajari subjek yang akan dipelajari selanjutnya. Melakukan latihan kegiatan terhadap subjek yang sedang dipelajari. Bisa di aktualisasikan dengan bentuk-bentuk yang berbeda seperti diskusi, tanya-jawab, pemberian tugas(penelitian, pengkajian, dan penerapan). Intinya adalah kegiatan latihan ini di lakukan baik (terarah dan terstruktur). Proses mendapatkan kesadaran bahwa dirinya sudah tahu serta mendapatkan umpan balik terhadap apa yang telah dia tahu. Hasil latihan tadi akan dilanjutkan dengan memberikan umpan balik yang isinya adalah yang mana yang sudah benar dan yang mana salah. Intinya adalah guru bisa memberikan bimbingan kepada muridnya agar kesalahan yang dilakukan bisa berkurang atau sampai hilang. Proses melanjutkan belajar isi pelajaran berikutnya. Tentu saja ketika murid selesai membaca sesuatu maka dia akan memiliki pertanyaan dan sesuatu yang menjanggal jika proses belajar telah berhasil. Lanjutan pelajaran akan mengisi siswa dengan materi yang berhubungan dengan pelajaran sebelumnya.

a. Strategi Pembelajaran

Metode ceramah , metode demonstrasi, metode penampilan, diskusi, studi mandiri, pengajaran terprogram, metode subahng saran studi khusus, insidental, proyek, praktikum ,bermain peran seminar, simpsium,tutorial, deduktif Media pembelajaran Materi pembelajaran sendiri adalah hal yang harus dikuasai oleh seorang siswa. Materi pembelajaran mencakup keterampilan, pengetahuan, dan sikap Merril (1977) mengatakan bahwa ada empat macam materi pembelajaran yaitu : fakta, konsep, prosedur, dan prinsip.

  1. Fakta adalah sifat dari segala hal yang bisa ditangkap dengan pancaindra.
  2. Konsep adalah abstraksi kesamaan atau keterhubungan dari sekelompok benda atau sifat. Yang sangat berhubungan dengan atribut.
  3. Prosedur adalah pembelajaran yang berhubungan dengan kemampuan siswa untuk menjelaskan langkah-langkah secara sistematis tentang sesuatu.
  4. Generalisasi dari hubungan konsep yang telah teruji secara empiris bisa juga disebut sebagai prinsip.

Menurut Hida Taba (1962) ada 4 tingkatan dalam sebuah materi pembelajaran yaitu : fakta khusus, ide-ide pokok, konsep, dan sistem berfikir.

  1. Fakta khusus adalah bentuk materi kurikulum yang paling sederhana.
  2. Ide-ide pokok adalah hal yang memungkinkan seseorang untuk menjelaskan sebuah gejala atau sebuah materi
  3. Konsep lebih tinggi dari ide-ide pokok yang merupakan sebuah abstraksi dari sesuatu sehingga mendorong orang untuk berfikir lebih dalam
  4. Sistem berfikir adalah kemampuan seseorang untuk berfikir secara ilmiah atau secara empiris, sistematis, dan terkontrol.

b. Sumber materi pembelajaran

Sumber materi yang disediakan tidak boleh berpatok kepada hanya buku teks saja karena buku teks pasti tidak akan relevan terus-menerus dengan perkembangan zaman dan kebutuhan lingkungan sekitarnya. Ada banyak sumber informasi selain buku yang bisa dipakai untuk pembelajaran di kelas seperti media elektronik, internet, dan begitu pula contoh kasus yang terjadi di sekitar kita. Lingkungan orang dan objek

c. Pengemasan materi pembelajaran

Prinsip dari pengemasan tulisan adalah menyampaikan pesan dan memastikan pesannya sampai kepada penerima yang pada hal ini adalah siswa.

Ada beberapa hal yang harus dimiliki a hal yang harus dimiliki a hal yang harus dimiliki oleh bahan pembelajaran agar mudah diterima oleh penerima yang disini adalah siswa Diantaranya adalah :

  1. Novelty, maksudnya adalah materi yang akan diterima haruslah yang paling mutakhir. Hal ini bisa di capai dengan banyak hal seperti mencari di internet. Hal ini sangatlah penting karena informasi yang tidak mutakhir akan membuat siswa itu tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran karena akan terasa terlalu mudah.
  2. Proximity, harus sesuai dengan apa yang dialami oleh siswa atau bisa dikatakan relatable.
  3. Conflict dan humor artinya cukup mirip tapi dengan pendekatan yang cukup berbeda yang satunya yang lucu dan yang satunya adalah emosi. Menurut saya kedua hal ini sangatlah berhubungan karena sama-sama perasaan.

Faktor-faktor yang menunjang keberhasilan pengemasan materi :

  1. Kesesuaian dengan tujuan belajar.
  2. Kesederhanaan.
  3. Menyertakan unsur caption dan gambar.
  4. Membaginya menjadi kepingan-kepingan kecil yang terus bersambung sampai adanya mastery.
  5. Ada petunjuk penggunaanya.

d. Materi pembelajaran terprogram

Materi pembelajaran terprogram kegiatannya bisa di lakukan oleh setiap individu dengan sendiri jadi sangat menguntungkan seseorang yang suka belajar sendiri. Metode penyajian ini akan menuntut kemandirian dalam menjalakannnya. Beberapa cirinya adalah :

  1. Dibagi menjadi program-program kecil
  2. Menuntut aktifitas siswa
  3. Siswa bisa segera tahu hasil dari pekerjaannya

Penyajian ini sendiri bisa disajikan dalam bentuk komputer maupun kertas.

e. Pengemasan materi dalam bentuk modul

Seperti dengan penyajian sebelumnya tapi bedanya adalah kecepatan pembelajaran sangat bergantung pada individu siswa.

  1. Di modul sendiri minimal memiliki
  2. Tujuan pembelajaran
  3. Petunjuk penggunaan
  4. Kegiatan belajar
  5. Rangkuman
  6. Tugas
  7. Sumber bacaan
  8. Item-item tes
  9. Kriteria tes
  10. Kriteria keberhasilan
  11. Kunci jawaban

f. Pengemasan materi dalam bentuk komplikasi

Penyajian ini merupakan gabungan dari kedua diatas yang hanya ada dalam bentuk teks. Dan hanya mengambil hal-hal penting saja dan diberi penghubung terhadap kedua sumber Pertimbangan dalam menyusun dalam bentuk seperti ini adalah

  1. Tentukan tujuan yang ingin dicapai menggunakan sistem komplikasi
  2. Kemukakan secara ringkas materi yang dikomplikasikan
  3. Jelaskan petunjuk dalam mempelajari bahan
  4. Berikan penyekat terhadap sumber yang satu dengan yang lainnya.

Referensi

Sanjaya, H. (2008). perencanaan dan desain sistem pembelajaran. bandung: KENCANA PRENADAMEDIA GROUP.

Soekartawi, S. T. (1995). meningkatkan rancangan instruksional untuk memperbaiki kualitas belajar. malang: PT RajaGrafindo Persada.