Loading...


Resolusi Tahun Baru Penting Atau Tidak

Ditulis oleh zidan Pada 02 January, 2021

Bagikan :


Resolusi Tahun Baru  Penting Atau Tidak

Photo by Olya Kobruseva from Pexels

Sebagian besar manusia di dunia ini merasa bahwa resolusi tahun baru itu penting, hal ini di tandai dengan banyak hal. Seperti perasaan yang muncul ketika tahun baru sudah mendekat atau perasaan berupa lega terhadap tahun yang penuh dengan hal-hal tak terduga, atau pun semangat yang membara untuk melangkah kepada tahun berikutnya.

Ada pula beberapa manusia yang merasa bahwa membuat resolusi tahun baru itu tidak penting atau bahkan ada yang beranggapan kalau membuat resolusi tahun baru dapat membuat kita terhukum.

Di mana pun Anda berada dalam spektrum pemikiran antara penting dan tidak penting di atas, saya merasa kalau hal ini justru menarik untuk di bahas karena dengan melihat dari berbagai sisi dan secara tenang menilai sesuatu, maka kita akan bisa saling mengerti dengan orang yang berbeda berpendapat dengan kita yang kemudian dapat membuat dunia menjadi lebih baik.

Perbedaan ini menghasilkan banyak diskusi atau pun perdebatan. Untuk memulainya mari kita lihat terlebih dahulu apa itu resolusi tahun baru dan dari mana ia berasal.

Pengertian dan asal resolusi tahun baru

Jika kita membuka Wikipedia maka kita akan menemukan definisi seperti ini :

Resolusi tahun baru adalah tradisi sekuler (tidak ada hubungannya dengan agama mana pun) yang kebanyakan di lakukan di barat, akan tetapi di temukan di seluruh dunia, di mana seseorang melakukannya dengan membuat janji untuk melakukan tindakan-tindakan perbaikan diri saat tahun baru sudah di mulai.

Pengertian di atas di kaitkan dengan sumber kamus Cambridge, akan tetapi kalau kita baca lebih seksama di sumbernya yaitu kamus Cambridge, maka kita akan sadar bahwa di kamus itu tidak mengatakan tentang sekularisme serta data tentang di mana resolusi tahun baru sering di lakukan.

Bagi beberapa dari orang, ketika mencoba merenungkan tentang hubungan agama atau yang di sebut sekuler itu memang sepertinya tidak ada hubungannya dengan resolusi tahun baru.

Jika Anda berpikir demikian maka Anda perlu melihat dari mana asal resolusi tahun baru ini.

Resolusi tahun baru telah di lakukan sejak dahulu kala pada zaman Babilonia, di mana penduduknya akan berjanji kepada dewa mereka untuk mengembalikan benda yang telah mereka pinjam serta membayar utang mereka dewa.

Ada pula para Romania yang akan berjanji setiap sebelum awal tahun kepada dewa Janus (asal mula nama januari) yang konon memiliki wajah dua, yang satu menghadap ke masa lampau dan yang satunya lagi menghadap kepada masa depan, menjadikannya sebuah simbol untuk membuat resolusi tahun baru dan memaafkan musuh mereka yang sudah lewat.

Semua di cerita tentang asal resolusi tahun baru merupakan sebuah informasi yang membantu kita berpikir apakah benar resolusi tahun baru itu dapat di katakan sekuler atau tidak.

Kenapa Orang Ingin Membuat Resolusi Tahun Baru

https://trends.google.co.id/trends/explore?date=today%205-y&q=new%20year%20resolution

Jika Anda mengunjungi halaman di atas, maka Anda akan melihat bagaimana minat resolusi tahun baru memuncak setiap akhir tahun.

Setelah melihat data di atas, dapat kita simpulkan bahwa tradisi membuat resolusi tahun baru itu masih sehat dan masih bertahan hingga sekarang.

Menurut postingan berikut :

https://toggl.com/blog/it-doesnt-matter-if-you-keep-new-years-resolutions

Resolusi penting karena hal ini dapat membuat kita lebih paham terhadap hal-hal yang penting atau pendorong kita dalam melakukan sesuatu, walaupun resolusi tahun baru bukanlah jaminan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, akan tetapi hal ini adalah sebuah langkah awal. Di tambah lagi dengan kita mengatakannya kepada diri sendiri dan kepada orang lain, maka dengan sendirinya hal ini menjadi pendorong untuk menyelesaikan resolusi tahun baru.

Walaupun hal yang penting dalam resolusi tahun baru itu bukan menyelesaikannya, akan tetapi lebih kepada membuatnya untuk menjadi pribadi lebih baik.

Menurut sebuah penelitian, cara agar kita dapat mencapai resolusi kita adalah membuatnya dengan hal yang menantang, akan tetapi masuk akal bagi kita untuk menyelesaikannya, kalau perlu kita harus membatasi resolusi yang kita buat menjadi terfokus kepada hal tertentu yang paling penting bagi Anda.

Lalu kenapa orang tidak mau melakukan resolusi tahun baru ?

Hal pertama yang perlu kita ketahui dari ranah sains sendiri mengatakan kalau artikel U.S. News yang menyebutkan bahwa sekitar 80% resolusi tahun baru yang dibuat oleh orang Amerika gagal dipertahankan saat baru memasuki minggu kedua bulan Februari. Terhitung belum genap dua bulan, tapi resolusi-resolusi yang dibuat penuh optimisme itu sudah menguap entah ke mana.

Kedua adalah masalah keagamaan, terutama dalam agama saya yaitu islam, di mana tahun baru kami pada dasarnya sudah beda karena kami sebenarnya memiliki kalender kami sendiri yaitu kalender Hijriyah, lalu di agama saya, kalau masalah tujuan hidup itu sudah di tentukan dan diperkuat setiap hari setiap kami beribadah, penguatan kami lebih kepada mempelajari di bandingkan “membuat”, karena jika kami ingin lebih tahu tujuan hidup maka kami mungkin akan membaca kita, tafsir, atau berdialog dengan orang yang lebih paham.

kesimpulan

Kepercayaan menurut saya adalah salah satu hal utama dalam menentukan apakah resolusi tahun baru itu penting atau tidak.

Walaupun ada beberapa orang yang berusaha untuk merasionalkan alasan untuk melakukan hal ini, akan tetapi kembali kepada dasar manusia yang bias.

Hal ini juga sebenarnya tidak masalah apakah Anda melakukannya atau tidak, yang ingin saya katakan sebaiknya kita saling mengerti dan saling mempelajari kenapa seseorang melakukan sesuatu agar kita tidak saling membenci tanpa alasan ilmu.

Referensi :

https://toggl.com/blog/it-doesnt-matter-if-you-keep-new-years-resolutions

https://people.howstuffworks.com/culture-traditions/holidays-other/why-make-new-years-resolutions2.htm

https://www.its.ac.id/news/2020/01/01/resolusi-tahun-baru-penting-atau-tidak/





Loading...




Loading...