Cara Mengendalikan Marah

Ditulis oleh rahmat Pada 28 August, 2021

Bagikan :


Cara Mengendalikan Marah


Emosi dan manusia adalah satu kesatuan yang tidak mampu dipisahkan karena manusia adalah makhluk ekspresif yang menggunakan emosi untuk menampakkan bagaimana kondisi yang dialaminya, meski pun ada beberapa manusia yang tidak berekspresi sedih ketika sedang bahagia, atau malah sebaliknya, hal demikian terjadi pada manusia yang mengalami gangguan mental/jiwa.

Emosi pada manusia bermacam jenisnya. Menurut penulis, dari bermacam jenis emosi pada manusia, emosi dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu negatif dan positif. Kemudian turunan dari dua kelompok besar emosi ini dapat di bagi menjadi beberapa jenis yaitu takut, sedih, jijik, bahagia, marah dan sebagainya.

Teman-teman pembaca mungkin bertanya, kenapa emosi pada manusia di bagi menjadi beberapa kelompok beserta turunannya. Hal itu diakibatkan oleh emosi yang memiliki sifat universal. Maksudnya adalah setiap manusia memiliki emosi dan pada seluruh jenis emosi yang dimiliki manusia itu tergantung pada individu, keadaan latar dan waktu. Jadi dapat di katakan bahwa emosi ini akan di alami oleh setiap orang yang ada di seluruh dunia hanya saja jenis emosi yang dialami setiap manusia berbeda-beda tergantung dari keadaan latar, waktu dan kondisi individu manusia yang mengalami.

Dari banyaknya turunan emosi, yang paling mudah di alami namun sangat mudah membuat seseorang menjadi benci kepada kita adalah marah. Hal demikian disebabkan oleh keadaan apabila seseorang marah, ia tidak akan mampu mengendalikan dirinya sehingga muncul ungkapan-ungkapan tidak baik yang keluar dari mulut penderita bahkan bisa berakibat pembunuhan. Sehingga dapat kita katakan bahwa amarah ini merupakan senjata yang paling membinasakan bagi seorang manusia.

Mari kita bahas lebih dalam.

Marah dalam KBBI adalah sangat tidak senang (karena dihina, diperlakukan tidak sepantasnya, dan sebagainya). Sedangkan marah menurut Muhammad Utsman Najati, marah adalah emosi alamiah yang akan timbul manakala pemuasan salah satu motif dasar mengalami kendala. 

Jika kita mengkaji pengertian marah di atas, maka kita akan sampai kepada "penghalalan segala cara untuk menghilangkan rasa marah". Kenapa? Karena bagaimana pun, seseorang yang dalam kondisi marah berada pada situasi tidak menyenangkan dan hal ini mampu di picu oleh beberapa sebab, bahkan hal sepele juga mampu menjadi pemicu munculnya perasaan marah.

Sebuah Kisah nyata

Beberapa bulan yang lalu di daerah penulis terdapat seseorang yang harus meregang nyawa karena di aniaya oleh orang dekatnya sendiri. Di tubuh orang yang meninggal itu terdapat beberapa tusukan pisau. Dari berita yang tersebar, pemicunya adalah korban sering mengumpat dan memberikan kalimat tidak baik kepada pelaku. Menurut penulis, kalimat yang diutarakan oleh korban yang membuat amarah pelaku muncul adalah kalimay yang bagi anak remaja saat ini merupakan candaan. Sehingga dapat di katakan bahwa yang menjadi penyebab pelaku tega membunuh korban adalah karena amarah pelaku yang muncul akibat sesuatu yang tidak mengenakkan dari korban karena sering di hina dan sebagainya.

Dari ilustrasi di atas, kita mampu menyimpulkan bahwa marah mampu menjadi sangat berbahaya apabila dia berkuasa pada diri seseorang.

Agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, maka kita harus berupaya untuk mampu mengontrol amarah yang kita miliki. Namun yang menjadi masalah adalah ada banyak orang yang sangat sulit untuk menemukan solusi agar ia tidak marah atau ia mampu meredam amarah yang dimilikinya.

Untuk mampu meredam amarah, penulis memiliki beberapa solusi, diantaranya:

1. semampu mungkin buang pikiran negatif

Hal yang membuat seseorang marah adalah karena pikiran yang tertata pada kepalanya dominan negatif. Segala hal yang berkaitan dengan lingkungannya dominan di nilai negatif. Seseorang yang seperti ini berpresentase lebih besar memunculkan kecurigaan dalam benaknya ketimbang memunculkan sikap berbaik sangka atas segala hal yang terjadi.

Orang yang memiliki pikiran dominan negatif akan berada pada kondisi di mana dirinya akan terus berada pada situasi yang sulit, sehingga akan menstimulus dirinya secara tidak sadar untuk berada pada situasi dan kondisi marah.

Untuk menghindari situasi dan kondisi marah, sebisa mungkin kita harus menghindari hal-hal yang membuat pikiran kita menjadi negatif dan menghindari segala hal yang menjadi Pemicunya.

Apabila terlanjur berada pada situasi dan kondisi marah, maka tenangkanlah diri anda dengan mengalihkan fokus anda ke hal-hal positif, anda bisa melakukan aktivitas yang anda sukai seperti menonton, jalan-jalan di taman dan sebagainya.

2. Ikhlas dan ridho atas semua yang terjadi

Hal yang sering menjadi pemicu kemarahan adalah ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan. Banyak sekali contoh dilapangan terkait masalah ini, misalnya ketika si A bekerja di sebuah perusahaan dan dia harus lembur, namun si A tidak menghubungi istrinya karena ia lupa membawa ponsel miliknya. Si A berekspektasi ketika dirinya pulang ke rumah ia mendapati istrinya menjamu dan melayaninya dengan sepenuh hati. Singkat cerita, si A pulang ke rumah sekitar jam 12 malam, sontak dia di marahi istrinya dan setiap penjelasan yang dia utarakan tidak diterima oleh istrinya. Kemudian si A marah lalu, (bayangkan saja apa yang terjadi).

Hal yang demikian tidak mampu kita hindarkan dari kehidupan manusia. Kesalahpahaman, ketidaksesuaian harapan dengan kenyataan atau munculnya stimulus-stimulus lain yang memicu marah akan terus berdatangan kepada kehidupan seorang manusia, kalau di ibaratkan, kejadian seperti itu ibarat seorang tamu yang akan pasti datang dan akan terus berganti.

Karena kenyataan tersebut yang tidak mampu dipisahkan dari seorang manusia, maka tugas kita sebagai seorang manusia adalah ikhlas dan ridho atas segala hal yang terjadi pada kehidupan kita. Sebab bagaimana pun cara kita untuk menolak, maka akan ada saja cara dari kenyataan untuk membuat kita menjadi marah. Maka berusaha ikhlas dan ridho adalah salah satu cara untuk menghilangkan amarah.

3. Melakukan aktivitas positif seperti berolahraga

Ketika sedang marah, atau berada pada fase ingin marah karena ada sebuah pemicu yang berusaha membuat kita marah, berusahalah semaksimal mungkin untuk mengalihkan fokus anda dengan melakukan hal-hal positif. Anda dapat berolahraga, untuk menghindari sikap dan perasaan marah yang akan muncul pada diri anda.

Misalnya jika anda berolahraga, anda dapat menikmati udara segar, melihat pepohonan dan rerumputan yang berwarna hijau. Semua hal itu akan menstimulus anda untuk memperoleh perasaan positif dan ketenangan.

4. Mengingat ganjaran dari allah apabila kita mampu menahan marah

Ada banyak sekali dalil dalam agama islam yang menceritakan tentang marah dan menjelaskan ganjaran bagi orang-orang yang mampu menahan kemarahannya. Salah satu diantaranya adalah:

"Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa yang menahan marah padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah SWT akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat di hadapan semua manusia hingga (kemudian) Allah SWT membiarkannya memilih bidadari bermata jeli yang disukainya.” (HR. Abu Daud)".

Bagi orang-orang yang mampu menahan kemarahan yang di alaminya, maka allah akan memberikan sebuah kenikmatan dan ganjaran sangat besar di akhirat kelak. Bahkan sebelum seseorang berada dalam dunia akhirat, seseorang akan merasakan kebaikan dari penahanan dirinya atas amarah yang dia rasakan di dunia.

Referensi :

https://kbbi.web.id/marah.html

https://www.referensimakalah.com/2013/06/pengertian-marah-menurut-psikologi.html?m=1





Loading...




Loading...