Hal Kecil Bisa Berdampak Besar (Butterfly Effect)

Ditulis oleh rahmat Pada 18 September, 2021

Bagikan :


Hal Kecil Bisa Berdampak Besar (Butterfly Effect)

Photo by Aaron Burden from Pexels

Apakah kamu pernah berpikir bahwa apa dampak hal kecil yang kamu lakukan, misalnya apa dampak apabila kamu membuang satu paku kecil di jalanan? Atau hal yang lebih kecil lagi, misalnya apa dampak ketika kamu membunuh seekor nyamuk?

Mungkin kamu berpikir bahwa dampaknya tidak akan besar, iya kan!

Namun tidak ada yang tau pasti lho dampaknya, besar atau kecil.

Dibandingkan memenuhi kepala dengan pikiran yang klise itu, akan lebih baik jika kita membahasnya, iya ngak? Iya dong!

Mengenai hal kecil yang mungkin berdampak besar tadi, ada sebuah teori yang membahasnya, yaitu butterfly effect.

Apa itu butterfly effect, yuk kita bahas!

Butterfly effect adalah istilah dalam teori kekacauan yang berkaitan erat dengan "ketergantungan terhadap kondisi awal", di mana perubahan kecil pada satu tempat dalam suatu sistem tak linear dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam keadaan kemudian. Maksudnya adalah butterfly effect merupakan suatu sistem yang sangat tergantung pada sistem awal di mana pada setiap kejadian yang terjadi pada masa depan atau sekarang adalah sesuatu yang terjadi sebelumnya. Atau dengan kata lain, tidak mungkin kita bisa sampai ke peristiwa apabila tak ada yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa.

Terkait dengan peristiwa besar yang terjadi baik itu di masa sekarang atau masa selanjutnya, itu dapat saja diakibatkan oleh hal kecil yang tidak kita duga. Sebagai contohnya, kita tidak akan mengira bahwa dengan sebuah paku yang tidak sengaja di jatuhkan di jalan dapat mengakibatkan kecelakaan beruntun yang menewaskan banyak orang.

BUTTERFLY EFFECT MERUPAKAN BAGIAN DARI CHAOS TEORY

Teori chaos mengatakan bahwa dalam keacakan suatu sistem kompleks tetap ada keteraturan pola yang terjadi, namun karena begitu banyaknya indikator yang mempengaruhi satu sistem kompleks, maka suatu hasil akhir sulit untuk diprediksi.

Dengan kata lain bahwa dari setiap ketidakberaturan yang terjadi di dunia ini akan tetap menghasilkan titik akhir meskipun titik akhir pada setiap permulaan akan sangat sulit bahkan sangat tidak memungkinkan untuk diketahui bagaimana akhirnya. Misalnya ketika kamu belajar mengenai kewirausahaan saat ini, apakah kamu bisa memastikan dengan presentase lebih dari 75% bahwa hidupmu di masa depan akan menjadi seorang wirausahawan sukses? Jawabannya tentu tidak bukan. Hanya saja akan ada presentase kemungkinan dominan kamu menjadi seorang wirausahawan.

Sehingga pada setiap ketidakberaturan tersebut mengakibatkan efek yang rumit untuk dipahami karena bersifat acak, namun satu hal yang kita harus yakini bahwa, seacak apapun ritme dan jalurnya, hasil akhir akan tetap sejalur dengan permulaan, meskipun hasil akhir tidak sesuai dengan apa yang diekspektasikan awalnya. Atau dengan kata lain, semua hal tidak akan terpisah dari pemicunya.

Karena butterfly effect tidak terlepas dari hukum awal dan akhir (sebab akibat) maka chaos teori dapat disebut sebagai ibu dari butterfly effect karena keduanya adalah sesuatu yang berikatan.

AWAL MULA DIKENALNYA BUTTERFLY EFFECT

Teori tentang Butterfly effect muncul karena Edward Lorenz seorang ilmuan meteorology menemukan teori ini ketika mesin peramal cuacanya gagal memprediksi cuaca karena dia salah menginput data yang di butuhkan.

Dan akibat yang ditimbulkan karena kesalahannya itu sangat besar. Hal itu membuat Lorenz menyimpulkan bahwa satu pilihan berbeda dan sekecil apapun pilihan yang kita pilih sebenarnya mampu menimbulkan efek yang besar suatu saat nanti. Sehingga dia menganalogikan bahwa sebuah kepakan sayap kupu-kupu mampu mengubah jalur tornado yang ada di bagian bumi yang lain.

CONTOH BUTTERFLY EFFECT

Salah satu contoh dari butterfly effect adalah Perang mut'ah. Perang mut'ah terjadi karena utusan Rasulullah yang membawa surat untuk penguasa daerah Bushra pada saat itu di bunuh.

Dibunuhnya pembawa surat mengakibatkan perang besar. Rasulullah SAW mengirimkan 3.000 pasukan dipimpin oleh Zaid Haritsah, Ja'far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah Ridwanullahi 'alaihim jami'an. Ketiganya mati syahid dalam perang itu. Setelah wafat, kepemimpinan pasukan kemudian beralih kepada Khalid bin Walid. Pada perang ini, di pihak musuh, jumlah pasukannya mencapai angka yang sangat fantastis, yakni 200 ribu pasukan. 

PELAJARAN PENTING DARI BUTTERFLY EFFECT

Di dunia ini, meskipun segala peristiwa di mulai pada hal kecil yang tidak beraturan, namun ada banyak hal yang menjadi perkara bagi kenyataan, maksudnya adalah segala perbuatan kecil atau peristiwa kecil akan berdampak besar.

Meski begitu, kita mampu meminimalkan terjadinya peristiwa buruk dengan perbuatan yang kita lakukan, karena ada dua hal yang mampu kita kendalikan yaitu pikiran dan tindakan. Ini yang akan menentukan bagaimana peristiwa yang terjadi kedepannya.

Coba bayangkan apabila kamu melakukan perbuatan baik atau mengerjakan pekerjaan yang bernilai positif, tentu kamu akan berada pada titik dominan positif. Begitupun sebaliknya, jika kamu melakukan perbuatan buruk atau mengerjakan perbuatan bernilai negatif maka kamu akan berada pada titik dominan negatif.

Jika dipersentasekan menurut chaos teori, segala hal yang kita lakukan berada pada ketidakberaturan maka akan ditemukan perbandingan antara 49% dan 51%. Yaitu apakah yang 51% adalah positif atau malah negatif, begitupun sebaliknya, atau apakah yang 49% adalah positif atau negatif. Hal inilah yang penulis maksud dengan dominan positif atau negatif tergantung bagaimana tindakan dan pikiran anda.

Secara lebih sederhana, tindakan dan pikiran anda menentukan apakah anda akan berada pada titik 51% positif atau titik 51% negatif. Sekali lagi semua tergatung dari hal apa yang anda kerjakan dan pikirkan.

Jadi untuk menghindari peristiwa yang point negatifnya lebih tinggi daripada point positif, maka anda harus memikirkan dan melakukan hal positif agar persentase positif lebih dominan. Meskipun persentasenya tidak lebih dari 1%, namun nilai 1% akan sangat dibutuhkan untuk mencapai peristiwa positif.

Penutup:

Segala hal yang terjadi di dunia ini di mulai dari hal kecil yang tidak kita duga. Maka untuk menghasilkan kebaikan, maka lakukanlah hal baik meskipun itu sangat kecil, karena itu akan mendukung perlawanan yang dilakukan peristiwa positif kepada negatif untuk menghasilkan kejadian positif di masa depan.

Sumber :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Efek_kupu-kupu

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/qbns94366





Loading...




Loading...