Kesulitan Menentukan Tujuan Hidup (Quarter Life Crisis)

Ditulis oleh rahmat Pada 02 December, 2021

Bagikan :


Kesulitan Menentukan Tujuan Hidup (Quarter Life Crisis)


Ketika bersosial, kita pasti sering sekali mendapatkan pertanyaan "kamu mau menjadi apa nanti? Atau cita-cita kamu apa?" apakah kalian bingung menjawabnya? Ataukah kalian biasa-biasa saja dengan pertanyaan seperti itu. Bagi orang yang bingung mau menjawab pertanyaan di atas, berarti kalian adalah orang yang sedang bermasalah. Kok bermasalah kak, bukankah ini adalah kejadian lumrah?

Apakah alasan lumrah mampu mengalahkan kata bermasalah? Jawabannya tentu tidak. Ini mirip dengan, "jika penyakit kangker adalah hal yang lumrah dan dialami oleh hampir setiap manusia di seluruh dunia mampu membebaskan kangker dari kata penyakit? Jawabannya tentu tidak, iya kan!"

Bagi orang-orang yang kesulitan menjawab pertanyaan mau jadi apa di masa depan nanti, maka dapat dipastikan dia adalah orang yang tidak memiliki arah tujuan hidup. Hal seperti ini disebut Quarter Life Crisis. Apa itu Quarter Life Crisis dan hal-hal terkait dengan Quarter Life Crisis, mari kita bahas bersama-sama.

Pengertian Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis adalah sebuah masalah di mana seseorang akan merasa bahwa dia tidak memiliki arah tujuan hidup yang jelas, galau, tidak memiliki kepastian dan khawatir terhadap hidupnya di masa yang akan datang. Masalah ini juga kadang disebut krisis seperempat abad.

Manusia yang mengidap masalah ini adalah orang-orang yang berada pada fase dewasa awal, yaitu yang berumur kisaran 18-30 tahun, karena manusia yang berada pada usia ini adalah manusia yang mengalami persoalan utamanya kedewasaan, dan masalah ini belum pernah mereka rasakan sebelumnya, seperti tanggung jawab, pekerjaan, beban kehidupan dan lain sebagainya.

Terdapat beragam jenis kekhawatiran yang dirasakan oleh pengidap Quarter Life Crisis, diantaranya meliputi kehidupan sosial/relasi, asmara dan pekerjaan dan lainnya. Namun, umumnya kesulitan manusia yang mengidap Quarter Life Crisis berkaitan dengan masalah karir atau pekerjaan. Hal yang dapat dikatakan miris bagi orang-orang pengidap Quarter Life Crisis yaitu sebagian dari mereka bahkan tidak merasa hidup, atau sederhananya, mereka tidak merasakan adanya tujuan hidup atau tidak memiliki eksistensi hidup.

Ya orang seperti ini dapat kita sebut sebagai manusia hidup namun mati, ia mampu berjalan namun tak memiliki arah kemana dia harus mengakhirkan langkah ketika berjalan.

Fakta

Terdapat banyak fakta yang menyatakan tentang Quarter Life Crisis dan yang paling banyak mengidap Quarter Life Crisis adalah para para pemuda.

Kenapa begitu? Karena kebanyakan pemuda adalah manusia yang sedang berusaha mengenali dirinya sendiri. Kita pasti sering mendengar bahwa "masa remaja adalah masa di mana seorang manusia akan mencari jati dirinya", iya kan? Kalian pasti pernah mendengar itu kan? Nah menurut gue, pernyataan itu sejalan dengan Quarter Life Crisis.

Kenapa? Karena Quarter Life Crisis bercerita tentang seseorang yang kesulitan menentukan tujuan hidupnya dan akan ke arah mana dia di masa akan mendatang. Nah seseorang akan kesulitan menemukan tujuan hidupnya dan akan ke arah mana dia di masa akan mendatang jika di umur remaja dia tidak menemukan jati dirinya. Ya bisa dibilang seseorang yang seperti ini adalah orang pasif dalam hidupnya, sehingga imbasnya tentu mengarah kepada dirinya di masa selanjutnya.

Sehingga wajib bagi seseorang untuk aktif mencari jati dirinya ketika masih berada di usia remaja.

Penyebab Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis biasanya dirasakan oleh seseorang yang berusia dewasa awal, atau seseorang yang berumur kurang lebih 18-30 tahun. Biasanya penderita Quarter Life Crisis adalah mereka yang mendapatkan satu atau beberapa masalah dan masalah yang mereka rasakan adalah masalah yang pertama kali mereka temujan dalam hidup mereka, sehingga membuat mereka menjadi kesulitan dalam menentukan pilihan atas dirinya di masa akan datang. Ada beberapa hal yang mampu menjadi penyebab Quarter Life Crisis, diantaranya:

  1. Menjalani hubungan romantis serius untuk yang pertama kali
  2. Mejalani kehidupan tanpa adanya orang tua di sisinya/mandiri
  3. Melihat teman yang sukses di usia muda
  4. Tuntutan bahwa orang dewasa harus bekerja
  5. Pandangan orang lain bahwa seseorang harus memiliki pekerjaan yang memiliki gaji besar
  6. Tidak siapnya pola pikir terhadap fenomena kehidupan orang dewasa

Dari beberapa poin di atas, masih ada beberapa hal yang menjadi penyebab Quarter Life Crisis pada diri seseorang, namun yang dapat kita pastikan adalah, seseorang yang mengidap Quarter Life Crisis adalah seseorang yang kesulitan beradaptasi dengan hal-hal yang dianggap baru di kehidupannya.

Cara menghadapi Quarter Life Crisis

1. Kenali diri sendiri

Quarter Life Crisis dapat diakibatkan oleh kurangnya keintiman antara seseorang dengan dirinya, karena seseorang yang kurang paham, apalagi tidak mengerti tentang dirinya akan kesulitan untuk menemukan jawaban atas masalah yang di deritanya. Nah untuk menghadapi seluruh masalah tersebut, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali diri sendiri. Kenapa? Karena dengan mengenali diri sendiri, minimal kita akan tau hal-hal apa saja yang kita butuhkan, hal-hal apa saja yang tidak kita sukai, sehingga dalam menyelesaikan masalah, termasuk masalah yang terkait masa depan, seseorang akan mudah menemukan solusi.

2. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Membandingkan diri dengan orang lain sama saja dengan memasukkan diri sendiri ke dalam lubang buaya. Karena dirimu tidak akan mungkin bisa sama dengan orang lain, kamu hanya bisa lebih dari orang lain dan kurang dari orang lain. Jika kamu mengatakan, "kok dia lahir di keluarga kaya, kok aku enggak!" atau "kok dia sukses, kenapa aku ngak, padahal usaha kami sama?" perkataan seperti ini hanya akan mengundang depresi.

Dengan selalu membandingkan dirimu dengan orang lain, maka kamu akan terus sibuk dalam paradoks perbandingan itu tanpa melakukan apa-apa, bahkan tanpa memikirkan apa-apa, sehingga imbasnya kamu akan kesulitan dalam menentukan pilihan untuk dirimu di masa yang akan datang.

3. Bangun relasi yang mendukung semua tindakan kita

Teman adalah orang yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan, namun tidak semua teman akan membawa kita ke arah kebaikan. Ibaratnya begini, jika kamu berteman dengan pencuri, maka besar potensi kamu juga akan ikut mencuri, berbeda jika kamu berteman dengan seorang penghafal Qur'an maka minimal kamu akan memperoleh tambahan pahala ketika kamu mendengar temanmu melantunkan ayat suci al-Qur'an.

Bersama dengan teman yang baik adalah langkah tepat dalam menentukan pilihan kita di masa depan, minimal dengan mereka kamu akan menemukan inspirasi tentang menjadi apa kamu di masa depan, menjadi guru, atau menjadi pengusaha sukses atau yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan manusia dalam memberikan komentar terhadap hal-hal yang tidak menyangkut dirinya. Sehingga minimal teman yang baik akan mengatakan kepadamu, "kamu cocok menjadi ini, atau kamu cocok menjadi itu" nah dari hal ini, kamu mendapatkan asupan referensi untuk menjawab pertanyaan, akan jadi apa kamu di masa depan.

Namun ingat, tetaplah menyediakan saringan atas semua masukan dari teman-temanmu, jangan mengiyakan seperti seolah-olah kamu tidak memiliki pendirian, sebab masih banyak kekurangan dari apa yang di sampaikan oleh orang-orang ke kita, sebaik apa pun itu.

4. Lakukan apa yang menurut hatimu benar

Kata hati tidak akan berbohong, jika ia mengatakan A maka secara fakta pasti A, tidak mungkin jika hati berkata A faktanya B, sebab itu adalah sebuah kemustahilan bagi hati.

Sesuatu yang dikatakan oleh hatimu benar maka segeralah bangun untuk melaksanakan itu, jangan pedulikan tanggapan orang lain dan jangan pernah mencari hal-hal yang kelihatannya membahagiakan tapi nyatanya tidak, misalnya kamu membeli tas, dan kamu mengatakan bahwa kamu bahagia, tapi di balik kebahagiaan itu, ternyata kamu meminjam sejumlah uang untuk membeli tas itu. Sangat miris bukan jika hal tersebut terjadi pada kita.

Terkait dengan masa depan, setiap hati seorang manusia, pasti pernah memberikan rekomendasi masa depan atau mau menjadi apa di masa depan, hanya saja kita terlalu berego untuk menerima rekomendasi itu. Kadang kita beralasan terlalu sulit, terlalu banyak biaya dan lain sebagainya.

Yah bambang, belum juga di coba, sudah mulai menyerah aja. Coba dong, dan buktikan bahwa kamu mampu memiliki masa depan cerah.

5. Jangan pedulikan tanggapan orang jika yang anda lakukan bernilai positif

Siapa pun itu, jika dia adalah seorang manusia maka dia tidak akan mampu terlepas dari omongan dan tanggapan sinting orang lain, meskipun yang kita lakukan semuanya bernilai positif. Sehingga dengan itu, lakukanlah apa saja yang menurutmu benar, jangan pedulikan apa kata orang lain terhadapmu, karena sebaik apa pun yang kamu lakukan, kamu tidak akan pernah mampu terlepas dari tanggapan buruk orang-orang yang ada di sekitarmu.

Penutup

Jika kamu kesulitan dalam menentukan pilihan terkait masa depanmu, maka kamu harus melakukan evaluasi kepada dirimu sendiri agar kamu mampu menyelesaikan masalah yang kamu hadapi.

Usahakanlah agar dirimu mempunyai keyakinan terkait masa depanmu atau ingin menjadi apa kamu nanti. Kamu bisa mendapatkan keyakinan itu dari teman, maka carilah teman yang baik dan mengajarkan hal-hal positif. Ini menjadi anjuran agar dirimu mampu memulai secepatnya untuk pencapaian kamu yang luar biasa di masa depan.

https://www.alodokter.com/memahami-quarter-life-crisis-dan-cara-menghadapinya





Loading...




Loading...