Kunci Pantang Menyerah One Piece (Luffy)

Ditulis oleh rahmat Pada 17 October, 2021

Bagikan :


Kunci Pantang Menyerah One Piece (Luffy)


Seseorang pasti pernah bertanya tentang cita-cita kalian, atau ingin jadi apa ketika kalian besar nanti. Saya yakin kalian pasti ada yang dengan percaya diri menjawab, saya ingin menjadi polisi, saya ingin menjadi dokter, saya ingin menjadi guru.

Di balik semua pertanyaan dan jawaban itu, yang pasti bahwa setiap manusia pasti punya cita-cita mulai dari yang terkecil hingga yang paling besar. Kenapa demikian? Atau hal apa yang menyebabkan manusia memiliki mimpi/cita-cita

Ada yang tau nggak?

Jawabannya adalah karena cita-cita merupakan sebuah kebutuhan.

Kak, maksud cita-cita itu kebutuhan, apa?

Maksudnya yaitu, manusia dan cita-cita adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Ini dapat kita lihat dari kehidupan manusia yang memiliki akhir atau tujuan dan cita-cita adalah sesuatu yang disebut tujuan.

Contoh sederhananya, ketika seseorang bertanya kepadamu tentang apa cita-cita mu dan kamu menjawab, saya ingin menjadi pengusaha paling sukses di dunia. Apakah itu menjadi tujuanmu selama hidup? Jawabannya iya. Apakah cita-cita ingin menjadi pengusaha paling sukses membuat mu bekerja keras? Jawabannya tentu iya dan apakah cita-cita ingin menjadi pengusaha paling sukses membuat mu melakukan apa saja, menghabiskan waktu dan membuang tenagamu? Jawabannya tentu iya. Kenapa demikian? Karena cita-cita adalah sebuah tujuan atau dengan kalimat yang lebih sederhana adalah "KAMU INGIN KE SANA, KE CITA-CITA MU BERADA".

Berbicara tentang cita-cita, mungkin membuat anda merasa sangat bersemangat dan membuat anda ingin segera meraih cita-cita anda itu. Namun harus anda pahami bahwa cita-cita adalah sesuatu yang sangat sulit di raih dan butuh banyak pengorbanan untuk meraihnya.

Cita-cita ku sangat sulit, aku ganti cita-cita yang lebih mudah di raih saja, aku menyerah. Hmm... Jujur, pasti ada yang pernah merasa terpuruk seperti itu kan? Itu semua adalah ucapan orang-orang yang tidak bertanggung jawab atas mimpinya sendiri.

Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah seperti itu?

Nah tulisan ini ada untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar seperti itu.

Untuk lebih mudah memahami tentang masalah cita-cita yang bisa di bilang kompleks ini, maka kami akan coba menyandingkan pembahasannya dengan anime yang populer, sejak dahulu hingga saat ini, yaitu One Piece.

Yuk mulai pembahasannya.

Kita mulai dengan membahas One Piece dulu ya, oke?!

One piece adalah shounen karya eichiro oda, dan di animasikan oleh stasiun Tv Tokyo. Film anime ini menceritakan tentang petualangan seorang pemuda bernama Monkey D Luffy yang memiliki tubuh elastis karena memakan salah satu buah setan bertipe paramecia yaitu gomu-gomu no mi. Awalnya Luffy adalah seorang bajak laut kecil yang bercita-cita sangat besar, bahkan cita-citanya itu sering mendapat cemoohan dari sesamanya bajak laut, yaitu menjadi raja bajak laut.

Kenapa di cemooh oleh sesamanya bajak laut? Bukankah bajak laut lain juga memiliki tujuan yang sama yaitu menjadi raja bajak laut?

Hmm... Kira-kira apa?

Itu lah yang membedakan antara Luffy beserta krunya dengan bajak laut lain. Yaitu Luffy dan krunya adalah salah satu pemimpi/pemilik cita-cita terbesar dan sangat teguh memegang mimpinya itu.

Akibat dari keteguhan Luffy, kini Luffy adalah salah satu bajak laut yang berpengaruh di dunia one piece, bahkan diantara bajak laut, luffy juga di sebut sebagai gokou atau kaisar bajak laut yang ke lima.

Mungkin kalian bertanya, kira-kira apa yang menyebabkan Luffy yang awalnya adalah bajak laut kecil, kini menjadi bajak laut yang sangat berpengaruh di dunia one piece?

Jawabannya adalah karena Luffy memiliki keteguhan terhadap cita-cita yang dia miliki dan Luffy tidak pernah sekalipun bergeming atas cita-citanya di jadikan bahan bercanda oleh orang lain. Luffy tidak akan peduli atas apa saja yang orang lain bicarakan tentang dirinya dan cita-citanya. Baginya, mimpinya adalah sesuatu yang sangat berharga dan ia akan rela mempertaruhkan nyawa demi tercapainya tujuan tersebut, yaitu menjadi raja bajak laut.

Kira-kira apa ya, yang bisa membuat Luffy bisa seperti itu?

Menurut kami, ada beberapa hal yang menyebabkan Luffy menjadi orang yang sehebat itu pada cita-citanya dan mampu kita tiru, diantaranya:

1. Luffy adalah pemimpin yang Ideal

Dalam anime One Piece, Luffy adalah salah satu kapten bajak laut yang sangat ideal, bahkan lebih ideal di bandingkan dengan ke 4 yonkou atau ke 4 kaisar laut. Luffy adalah seorang pemimpin yang memiliki seluruh kriteria pemimpin yang baik. Misalnya, meskipun Luffy terkesan sangat ceroboh, namun Luffy adalah orang yang selalu bertanggung jawab atas apa saja peristiwa yang mengikutsertakan dirinya/apa yang di sebabkan olehnya.

Untuk menjadi seorang pemimpi atau pemilik cita-cita ideal, kita harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang ideal, minimal untuk diri kita sendiri.

Anda dapat memulainya dengan menyikapi seluruh hal yang membuat anda marah dengan kepala dingin, bersikap dewasa, dan meyakinkan hati bahwa anda adalah pribadi yang kuat fisik dan mental.

Dengan memiliki sifat kedewasaan dalam menanggapi segala macam masalah dalam hidup, maka anda akan berada selangkah bahkan beberapa langkah di depan dari orang yang tidak mampu bersikap dewasa. Maksudnya adalah, dengan sifat kedewasaan, seorang manusia akan menjalani kehidupan dengan presentasi bahagia lebih besar dibandingkan orang yang tidak memiliki kedewasaan dalam menyikapi berbagai macam persoalan.

Dengan segala macam keidealan kepemimpinan yang di miliki seseorang, mulai dari kedewasaan sikap, rasa tanggungjawab tinggi dan beberapa kriteria keidealan lainnya, maka seseorang akan berani dalam bermimpi/bercita-cita. Hal itu dapat terjadi karena dia tidak akan peduli atas apa saja yang orang lain katakan terkait dengan mimpi/cita-citanya. Karena mimpi/cita-cita adalah sesuatu yang bernilai dan bersifat membuat hidup seseorang menjadi bermakna karena ada sebuah tujuan yang ingin di capai.

2. infinite Mindset di miliki oleh Luffy

Sebelumnya kami ingin bertanya, apakah kalian pernah merasa bahwa hidup kita ini adalah sebuah game? Atau apakah kalian pernah merasa bahwa anda seperti berada dalam sebuah permainan raksasa yang entah siapa yang jadi pemain game nya?

Jika kalian pernah menanyakan pertanyaan diatas berarti anda merasakan sebuah peraturan yang entah siapa yang mengaturnya, iya kan? Maksudnya adalah anda merasa bahwa ada sesuatu yang mengendalikan anda, sesuatu itu adalah tuhan, atau dalam agama Islam di sebut Allah.

Berbicara tentang infinite mindset, tentu kita akan tertuju pada sesuatu yang bersifat permainan. Kenapa? Karena antara hidup yang dialami manusia tidak akan terlepas dari permainan. Maksudnya adalah, ketika anda hidup maka anda akan bermain dalam kehidupan anda, sehingga mau tidak mau anda akan bermain dalam permainan kehidupan anda sendiri.

Nah menanggapi dunia yang bersifat seperti game/permainan, di kehidupan ini ada dua jenis permainan, yaitu finite game dan infinite game. Finite game adalah sebuah permainan yang peraturan, pemain dan seluruh komponen-komponen pendukung yang ada didalamnya sudah di ketahui dan akan selalu beraturan, contohnya sepak bola. Berbeda dengan infinite game, infinite game ini adalah sebuah permainan yang kita tidak akan menemukan keteraturan didalamnya, dapat berubah kapan saja dan kita tidak akan pernah tau kapan berakhirnya, intinya seluruh masalah dalam infinite game ini bersifat tidak menentu, baik itu peraturannya hingga komponen-komponen kompleks lainnya dalam permainan. Contoh permainan ini adalah kita sebagai manusia yang hidup?

Manusia yang hidup? Iya, manusia yang hidup? Alasannya sederhana karena hidup kita ini adalah permainan. Permainan bagaimana? Permainan yang bersifat berkelanjutan.

Kembali ke sosok Luffy.

Luffy adalah orang yang benar-benar paham atas hal apa yang akan terjadi pada dirinya, dia juga paham bahwa semakin ia berpetualang mengarungi lautan ia akan menemukan rintangan dan akan semakin besar seiring waktu berjalan. Makanya Luffy menyediakan semua bekal untuk masuk ke permainan besar itu. Hal semacam itu dapat kita lihat ketika Luffy rela tidak bertemu dengan seluruh krunya selama dua tahun untuk berlatih. Semua itu di lakukan untuk menghadapi masalah yang akan di hadapi di kehidupan selanjutnya/hadangan selanjutnya yang jauh lebih besar.

Sehingga dengan berlatihnya selama dua tahun, Luffy berupaya semaksimal mungkin menyiapkan dirinya untuk rintangan ke depannya.

Mungkin teman-teman bertanya, apa hubungan antara persiapan dan seluruh latihan yang Luffy lakukan dengan infinite mindset?

Jawabannya adalah, karena anime one piece itu sendiri tidak jelas. Tidak jelas bagaimana kak? Ya tidak jelas, coba pikirkan, apakah pulau harta karun yang ditinggalkan oleh raja bajak laut itu benar-benar ada? Itu tidak dapat di buktikan karena hanya raja bajak laut saja yang pernah ke sana, dan apa isi pulau itu, serta apa rahasia abad kekosongan yang disembunyikan oleh pemerintah dunia One Piece? Semua orang pasti belum mengetahuinya bukan, kecuali Oda, sang mangaka. Nah makanya dari seluruh ketidakjelasan itu Luffy membuat persiapan berupa latihan selama dua tahun dan selalu mengupgrade dirinya.

Nah ini pula yang harus anda lakukan, bukankah cita-cita yang anda miliki tidak bisa anda pastikan apakah anda mampu mencapainya, bukankah cita-cita anda di tertawakan karena tidak ada kejelasan apakah anda akan bisa meraihnya, bahkan dapat di katakan bahwa kesempatan anda untuk bisa meraihnya sangat kecil. Maka anda harus melakukan apa saja yang diperlukan untuk mencapai cita-cita anda itu, seperti yang di lakukan Luffy.

3. Luffy berada pada lingkungan yang tepat

Dalam cerita perjalanan Luffy di serial anime one piece, Luffy di kelilingi oleh teman-teman yang sangat tepat. Seluruh teman-teman Luffy mendukung bahkan membantu Luffy dalam usaha Luffy mencapai cita-citanya untuk menemukan pulau raftel dan menjadi raja bajak laut.

Nah hal ini pula yang harus kita lakukan, yaitu kita harus berusaha mencari lingkungan yang sebaik mungkin dan usahakan untuk menghindari lingkungan yang sifatnya menjerumuskan.

Jika anda berada pada lingkungan yang kurang tepat, maka dapat di pastikan anda tidak akan mampu mengeksekusi cita-cita anda dengan baik, bahkan yang paling buruknya, anda akan merasa lemah dan tidak mampu meraih cita-cita anda.

Misalnya, anda bercita-cita untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Jika anda berada dalam lingkungan yang kurang tepat, maka anda tidak akan mendapatkan dukungan penuh, anda hanya akan mendapatkan kalimat tidak mengenakkan dari lingkungan anda. Sangat jauh berbeda apabila anda berada pada lingkungan yang tepat, tentu anda akan selalu mendapatkan dukungan untuk meraih cita-cita anda.

Penutup:

Jangan pernah ragu untuk bermimpi, dan jangan pernah merasa bahwa mimpi kamu terlalu besar sehingga kamu tidak akan mampu mencapainya. Tetaplah bermimpi setinggi mungkin seperti yang dilakukan Luffy dan jangan pernah menggubris perkataan orang tentang cita-cita mu karena meraka tidak akan mengerti tentang cita-cita mu

Sumber

https://muslimsolo.com/infinite-mindset/

https://www.google.com/amp/s/sumsel.tribunnews.com/amp/2021/09/02/apakah-arti-cita-cita-menurut-kamus-besar-bahasa-indonesia-kunci-jawaban-pai-kelas-5-sd-halaman-27





Loading...




Loading...