Manfaat penyesalan

Ditulis oleh rahmat Pada 30 July, 2021

Bagikan :


Manfaat penyesalan

Photo by Anfisa Eremina from Pexels

Banyak yang mengatakan bahwa langkah awal kehidupan dimulai sejak seseorang dilahirkan ke muka bumi, kemudian pada fase kelahiran itu berkembang dan melewati fase-fase pertumbuhan hingga pada akhirnya manusia yang pernah mendapat predikat hidup mengalami kematian.

Pada proses perkembangan, seorang manusia akan menemui fase-fase yang sangat istimewa dan berpengaruh pada setiap transisi menuju fase berikutnya. Misalnya seorang balita awalnya hanya mampu mengucapkan kata "makan" dengan sebutan "kan" atau selain itu yang bermakna makan, kemudian berangsur-angsur mampu mengucap kata makan secara utuh ketika berusia lebih tua dan memiliki kecakapan menyebutkan sebuah kata. Hal tersebut diperkuat oleh bukti bahwa manusia adalah makhluk terpelajar dan akan selalu belajar.

Pada setiap fase perkembangan manusia, akan ditemui beberapa warna yang membuat manusia merasakan tekanan. Entah berasal dari perbuatannya pada beberapa waktu yang lalu atau perbuatan yang baru saja dia kerjakan. Tekanan pada fase perkembangan itu bisa disebut "PENYESALAN".

Kenapa penyesalan?

Karena penyesalan adalah satu hal yang tidak akan mungkin dilompati oleh seseorang pada fase kehidupannya. Jika kata penyesalan mampu disandingkan, maka kata ini rasanya sangat cocok disandingkan dengan snack/makanan ringan. Sebab penyesalan bukanlah kebutuhan, tapi akan tetap dirasakan oleh siapa saja secara sukarela.

Sebenarnya penyesalan itu apa?

Dalam KBBI, penyesalan merupakan perasaan menyesal (menyesali). Berakar kata sesal yang berarti perasaan tidak senang (susah, kecewa dan sebagainya) karena telah berbuat kurang baik. Kemudian kata "sesal" berimbuhan "pen dan an" yang mampu dimaknai sebagai proses.

Sehingga kata penyesalan secara lebih sederhana dapat diartikan sebagai gejolak jiwa seorang manusia atas perbuatan yang telah dilakukan sehingga membuatnya merasa tidak senang.

Dari pengertian tersebut, memberikan kita pencerahan bahwa penyesalan adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh manusia, sesuatu yang membuat emosi tidak karuan karena berkutik pada hal-hal negatif serta dengan penyesalan, seorang manusia kadang melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh nilai dan norma.

Berikut contoh penyesalan.

Seorang siswa yang tengah menghadapi ujian akhir semester, sebelum masuk ke ruangan ia telah diberikan materi dan waktu oleh gurunya untuk belajar, bahkan sejak awal semester. Ketika proses ulangan berlangsung, ia tidak mampu menjawab soal tersebut karena tidak belajar. Siswa tersebut pasti akan merasakan penyesalan. "Andai saja kemarin aku belajar, pasti aku bisa mengerjakan soal ulangan itu". Kurang lebih seperti itu yang terlintas dalam pikiran siswa tersebut.

Jika diamati sepintas, maka penyesalan hanya berkutik pada hal-hal negatif saja, iya kan!

Jika benar demikian, lalu penyesalan tidak memiliki manfaat dong bagi perkembangan manusia?

Tenang saja, dari seluruh hal-hal negatif yang kita pikirkan tentang penyesalan, ada juga kok pelajaran yang mampu kita temukan dalam penyesalan dan itu yang akan kita bahas pada tulisan kali ini.

Adapun dampak positif dari penyesalan antara lain:

  1. Proses menuju pada kedewasaan akal.

    Setiap penyesalan yang dialami akan membantu seseorang untuk menuju pada kedewasaan akal. Hal ini diakibatkan oleh beberapa kejadian yang membuat seseorang akan berpikir secara logis bahwa apa yang menjadi penyebab dari terjadinya sebuah penyesalan.

    Berdasarkan kejadian yang menimpa seseorang yang berakibat penyesalan tersebut, maka seseorang akan menjadikan diri dan akalnya terlatih agar tidak melakukan hal yang sama di kemudian hari, dengan menggunakan tolak ukur keburukan dan kebaikan. Nah dari pertimbangan tersebut, seseorang akan berada pada taraf kedewasaan akal yang lebih tinggi ketimbang sebelum terjadinya masalah yang berakibat penyesalan.

  2. Meminimalisir terjadinya kesalahan.

    Setiap kesalahan yang dilakukan oleh manusia akan membuatnya berpikir bahwa apa penyebab dari kesalahan yang dia perbuat dan setiap kesalahan yang telah terjadi akan memicu manusia untuk berusaha agar kesalahan tersebut tidak terulang lagi. Hal ini diakibatkan oleh fakta bahwa manusia adalah makhluk terpelajar yang akan terus belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah terjadi sebelumnya agar di masa mendatang tidak lagi terjadi kesalahan yang sama.

  3. Menjadi referensi hidup.

    Setiap perbuatan yang pernah seseorang lakukan di masa lalu, baik itu perbuatan baik atau pun buruk akan menjadi sumber referensi bagi pelaku. Referensi yang dimaksud di sini adalah seseorang akan mendapatkan pengetahuan terkait dari perbuatan yang telah dia lakukan di masa lalu. Apakah dampak yang ditimbulkan baik atau buruk, semua itu akan menjadi pertimbangan agar di kemudian hari dia tidak melakukannya kembali. Tentunya dengan dalil agar tidak menemui hal yang bernama penyesalan.

  4. Membantu mengenali makna hidup.

    Banyak orang yang bertanya tentang makna kenapa mereka hidup di dunia ini. Pertanyaan tersebut muncul karena mereka tidak menemukan sebuah jawaban yang mengarah kepada makna mereka hidup.

Jawaban atas pertanyaan kenapa saya hidup dapat Anda temukan pada penyesalan.

Kenapa?

Karena ada banyak pelajaran yang dapat Anda temukan di sana, termasuk makna hidup. Contoh sederhananya adalah, ketika Anda memiliki seorang teman yang membutuhkan darah dan Anda memiliki golongan darah yang sama dengannya namun Anda tidak mendonorkan darah tanpa alasan yang dibenarkan. Karena teman Anda tersebut tidak mendapatkan donor darah akibatnya dia meninggal dunia. Anda tentu merasa menyesal, kenapa Anda tidak mendonorkan darah Anda kepada teman anda. Nah dari sini Anda akan mendapatkan jawaban bahwa salah satu tujuan atau makna hidup seorang manusia adalah membantu sesama manusia yang membutuhkan.

Penutup

Setiap manusia pasti akan mendapati masalah pada fase perkembangan kehidupan dan pertambahan usianya. Setiap masalah yang terjadi akan berpotensi membuat seseorang mengalami penyesalan ketika selesai dikerjakan.

Setiap penyesalan yang Anda terima jangan pernah dijadikan sebagai dalil untuk tetap terpuruk dan tidak berani lagi berbuat hal-hal yang bermanfaat, malah seharusnya sebaliknya.

Perbaiki mindset anda, coba lakukan hal-hal yang menurut Anda bermanfaat dan jangan takut pada kesalahan yang berujung penyesalan.

Referensi :

https://www.google.com/amp/s/kbbi.web.id/sesal.html





Loading...




Loading...