Memaknai Kematian Dari Sudut Pandang Luffy (One Piece)

Ditulis oleh rahmat Pada 30 June, 2021

Bagikan :


Memaknai Kematian Dari Sudut Pandang Luffy (One Piece)


Jika mendengar kata anime, tentu kata ini sangat familiar bagi kita, khususnya untuk kita yang akrab dengan perkembangan teknologi dan informasi.

Anime adalah salah satu jenis film yang berasal dari jepang yang merujuk pada sebuah animasi. Anime memiliki berbagai jenis genre, mulai dari romance, action hingga supra natural dan fantasi juga tersedia.

Salah satu anime yang sukses mempertahankan ketenarannya sejak awal liris hingga saat ini adalah one piece. Mungkin karena cerita yang disuguhkannya menarik, lumayan membuat penasaran pada tiap episodenya yang akan muncul selanjutnya dan selalu menghadirkan hal-hal yang tidak terduga. Jujur anime ini, memiliki usia yang terpaut beberapa tahun lebih tua dari penulis itu sendiri.

Pada anime bergenre action tentu menjadi hal lumrah apabila kita menemukan seorang karakter yang mati di tengah pertempuran. Hal ini didasari oleh maksud dari pertempuran yang tertuang dalam beberapa kata yaitu "kita harus menang meski lawan meregang nyawa". Banyak cara yang digunakan oleh para karakter untuk membungkam musuhnya, ada yang menggunakan pedang, pistol, dan senjata lainnya dengan satu tujuan yaitu agar dia yang menjadi pemenang laga pertempuran.

Dari banyaknya adegan kematian yang tertuang dalam anime one piece, ada satu kematian yang menurut penulis sukses membuat para penonton terngiang-ngiang bahkan hingga saat ini adalah kematian karakter yang bernama Portgas D Ace sekaligus kematian salah satu dari empat kaisar laut pada masa itu yaitu, Edward Newgate yang menyandang gelar sebagai manusia terkuat di dunia one piece.

Dari dua kematian karakter kuat yang hampir bersamaan tersebut, kita hanya akan fokus pada satu karakter saja yaitu kematian dari Portgas D Ace.

Portgas D Ace merupakan kakak angkat dari pemeran utama dari serial anime one piece yaitu Monkey D Luffy dan kedua pemeran ini memiliki kedekatan yang sangat luar biasa menurut penulis, sebab bagaimana pun juga keduanya dibesarkan oleh orang yang sama dan di tempat yang sama.

Ace yang meninggal tentunya meninggalkan luka yang begitu dalam bagi Luffy, karena sejak kecil sebelum mereka berpisah Ace berjanji kepada Luffy bahwa dirinya tidak akan mati.

Dari permasalahan itulah, kemudian Luffy merasakan kepedihan hebat, yang membuat dirinya ingin menghabisi nyawanya sendiri dengan menyiksa tubuhnya. Di saat yang seperti itu, ada satu sosok yang menurut penulis sangat berjasa bagi Luffy, namanya adalah Jinbe.

Berikut adalah potongan ucapan yang dilontarkan Jinbe kepada luffy.

"Kenapa kau belum sadar juga?

Kau sangat percaya bisa melakukan apa pun juga

Dan kau tak pernah meragukan kekuatanmu

Tapi sekarang musuh besar menghancurkan kepercayaan dirimu itu!

Dan kakak yang selama ini melindungimu telah tiada!

Aku mengerti kau sangat menderita!

Dan semua musuhmu pasti akan menghalangimu satu demi satu!

Aku tau itu pasti sakit sekali luffy!

Tapi kau tak bisa terus-terusan menyalahkan dirimu!

Jangan kau pikir hanya kau saja yang merasa kehilangan!

Kau tak boleh terlarut dalam kesedihan mu!

Kau pasti masih memiliki sesuatu yang berharga bukan!"

Setelah ucapan itu didengarkan oleh Luffy, ia kemudian merenung dan mengingat bahwa dirinya masih memiliki beberapa teman yang selama ini selalu bersamanya.

Dari potongan ucapan Jinbe di atas dan luffy yang menyadari bahwa dia masih memiliki sesuatu yang berharga di dunia ini maka kita mampu mengambil makna bahwa:

  1. Jangan menyesali kematian.

    Setiap manusia pasti akan mengalami kematian, siapa pun itu. Yang berbeda hanya bagaimana proses yang dialami seseorang dalam kematiannya, ada yang sakit, ada yang kecelakaan, dan ada juga yang di bunuh. Dari seluruh proses kematian tersebut, ada satu hal yang pasti yaitu tidak ada seorang pun manusia yang mengetahui kapan dan seperti apa dia akan mati.

    Setiap kematian yang terjadi pada seseorang maka hal tersebut merupakan jalan baginya untuk berpindah dari alam dunia menuju alam akhirat.

    Dalam teologi agama islam, dapat kita pahami bahwa setiap manusia yang meninggal, maka dia akan selangkah lebih dekat dengan allah ketimbang orang yang belum meninggal. Hal demikian disebabkan karena manusia yang telah meninggal telah berpindah alam dan berpindahnya alam bagi seorang manusia menandakan bahwa dirinya telah naik satu tangga dibandingkan orang yang belum meninggal.

    Karena alasan tersebut, maka sudah sepatutnya bagi seorang manusia untuk tidak menyesali kematian. Kematian siapa pun yang dia temui, baik itu kerabat atau sahabat karena seseorang yang mengalami kematian tidak akan hilang dan akan ke mana-mana, melainkan tetap berada pada titik yang sama hanya saja seseorang yang telah meninggal berada pada jenis alam yang berbeda dari orang yang masih hidup di dunia.

  2. Setelah kehilangan, kita masih memiliki banyak hal berharga.

    Meninggal adalah kehilangan dan kehilangan menyebabkan seorang manusia merasa tidak memiliki apa-apa lagi di dunia, mungkin seperti itu pola pikir dari manusia yang mengalami duka akibat kematian seseorang yang dekat dengannya. Tak mampu kita pungkiri bahwa seorang manusia memiliki sifat alamiah takut kehilangan. Objek dari takut kehilangan ini bermacam-macam, ada yang takut kehilangan seseorang karena kematian, ada yang takut kehilangan benda kesayangan dan sebagainya. Namun perlu kita tekankan bahwa kehilangan adalah cara lain untuk membuat sesuatu yang tak pernah ternilai menjadi ternilai sekaligus kehilangan membuat kita sadar untuk membuka mata dan melihat betapa banyaknya hal berharga yang kita miliki.

    Misalnya ketika sahabat terdekatmu meninggal dunia, secara logika ia memang tidak akan lagi menyapa dan memberimu ucapan selamat siang atau selamat malam, namun pada sisi yang berbeda dan juga tidak menyalahi logika kematian itu membuatmu lebih menghargai sahabatmu yang masih ada dan mereka sama-sama berharga. Dengan kata lain, bukan cuma satu hal berharga yang kamu miliki, melainkan ada banyak hal berharga yang masih bersamamu saat ini.

    Hal ini jelas ditunjukkan dalam anime one piece, yaitu ketika jinbe telah selesai memukul Luffy dan memberikan sebuah perkataan yang menyentuh Luffy bahwa "Kau pasti masih memiliki sesuatu yang berharga bukan!" seketika itu juga Luffy mengingat teman-temannya yang semua temanya tersebut sangat peduli pada Luffy.

  3. Jangan terlalu lama menangisi, bangkit dan jadilah lebih baik.

    Bagi seseorang manusia, menangis merupakan hal wajar dan tidak mungkin ada seorang manusia pun yang tidak pernah merasakan air mata yang dia miliki berhasil menyentuh pipi. Apa pun itu penyebabnya, jika seorang manusia merasakan sesuatu yang menyedihkan, maka air mata seorang manusia pasti akan jatuh. Begitu pula dengan kematian, seseorang yang di tinggalkan pasti akan meneteskan air mata, namun bukankah selalu menangis dan berada dalam keterpurukan bukan hal yang baik.

    Di dalam anime one piece diperlihatkan pula hal yang demikian yaitu ketika awal kematian dari Ace, Luffy menangis sekeras-kerasnya bahkan hampir membunuh dirinya sendiri, namun karena kepedulian dari Jinbe sehingga membuat Luffy kembali memiliki semangat dan gairah untuk melanjutkan hidup. Tak lama setelah menangisi, Luffy kemudian bangkit dan berlatih untuk menjadi yang terkuat dengan alasan bahwa dia tidak ingin lagi kehilangan orang-orang yang disayanginya karena dirinya yang lemah.

    Dengan melihat sosok Luffy yang seperti itu, merupakan sebuah pembelajaran bahwa menjadi seorang manusia kita tidak boleh meratapi dan terlalu lama menangisi kematian, melainkan kita harus bangkit dari keterpurukan dan menjadi seseorang yang lebih baik daripada sebelumnya.

  4. Selain kita, ada banyak orang lain yang merasa kehilangan setelah kematian.

    Seseorang yang kehilangan selalu merasa bahwa dirinya saja yang kehilangan, namun sebenarnya tidak demikian karena bukan kita saja orang terdekat yang dimiliki oleh seseorang yang mati, dia memiliki banyak orang dekat lainnya.

    Dari banyaknya orang dekat yang dimiliki oleh seseorang yang meninggal, maka hal yang sangat wajar apabila banyak orang yang merasa kehilangan. Maka dari itu, ketika orang terdekatmu meninggal, jangan pernah merasa bahwa dirimu saja yang merasa kehilangan sehingga kamu menyiksa dirimu sendiri karena sejatinya bukan cuma kamu saja yang merasa kehilangan melainkan banyak orang yang merasa kehilangan.

    Karena alasan tersebut, merupakan hal yang wajar bagi seorang manusia untuk sabar dan berusaha tabah atas kematian seseorang yang dekat dengannya.

Sumber: anime one piece arc marineford





Loading...




Loading...