Mengenal Minimalisme

Ditulis oleh zidan Pada 18 March, 2021

Bagikan :


Mengenal Minimalisme


“Keinginan” yang ada pada manusia itu tidak akan pernah ada habisnya. Konsumsi kita miliki sebagai seorang manusia hanya akan terus bertambah dengan kita membeli sesuatu.

*Baca di sini untuk tahu kenapa kita makin ingin membeli sesuatu ketika sudah membeli satu hal : https://muhzulzidan.com/the-diderot-effect/ Kamu tidak perlu membaca hal ini untuk lanjut mengenal minimalisme, akan tetapi hal ini tentu saja dapat membantu menambah wawasan Anda tentang pola konsumsi.*

Sebagai salah satu respon dari pola konsumtif manusia yang tidak terkontrol ini, maka terciptalah sebuah pemikiran atau sebuah gaya hidup yang namanya minimalisme.

Minimalisme sendiri sudah sangat banyak di terapkan, baik oleh orang-orang di luar negeri maupun orang-orang dalam negeri.

Salah seorang yang cukup terkenal dari luar negeri yang menulis buku dan memiliki seri tentang minimalisme adalah Marie Kondo.

Adapun orang yang terkenal dan mengikuti filosofi minimalisme ini adalah Raditiya Adika.

Apa Itu Minimalisme ?

Kata “minimalisme” sendiri lebih dulu di gunakan dalam seni, lebih tepatnya pada seni lukis dan pahat. Di mana arti dari minimalisme dalam seni pada dasarnya adalah sebuah aliran seni yang cenderung mengurangi bentuk pada seninya. Bertujuan untuk membuat seni yang tercipta tidak terikat kepada apa pun, termasuk ekspresi dari penciptanya.

Tentu saja Anda tidak datang ke postingan ini untuk membaca hal di atas, lanjut kepada minimalisme sebagai respon pola konsumtif manusia.

Minimalisme adalah sebuah gaya hidup yang berfokus untuk meminimalkan distraksi yang membuatmu susah untuk berfokus kepada apa yang benar-benar penting bagi dirimu.

Tanpa Anda sadari barang yang Anda miliki itu memiliki dampak secara mental terutama kepada energi Anda, jadi minimalisme menjadi sebuah hal yang bisa menghilangkan distraksi ini.

Contohnya seperti ini, jika Anda memiliki banyak macam baju misalnya, maka Anda butuh energi atau waktu untuk memilih baju yang ingin di pakai, akan tetapi jika Anda hanya memiliki baju yang satu jenis maka Anda tidak butuh untuk memikirkannya karena pilihan yang ada hanya satu.

Distraksi bisa tercipta dengan terlalu banyak barang dalam hidup kita.

Jadi penulis terkadang menggambarkan Minimalisme sebagai pola hidup atau “mindset” yang memperbolehkan atau mendorong kita untuk memiliki barang yang lebih sedikit dengan sendirinya membuat kita lebih sadar dengan kepemilikan barang.

Tentu saja bagi Anda seseorang yang suka membaca blog, tidak datang untuk jawaban yang singkat, jadi jika Anda ingin tahu lebih dalam tentang hal ini, cukup dengan lanjut membaca beberapa hal yang bisa menggambarkan apa itu minimalisme sebagai berikut.

Minimalisme dalam hal memperbolehkan

Di penjelasan singkat di atas, penulis menggunakan kata “memperbolehkan”, alasan penulis menggunakan kata ini karena menghentikan pola konsumtif itu tidaklah mudah.

Mungkin ada beberapa di antara pembaca yang menganggap kalau menghentikan pola hidup konsumtif itu mudah, akan tetapi tentu saja ada beberapa pula dari para pembaca yang sadar kalau hal ini bukanlah hal sepele.

Sama halnya dengan kecanduan, para pecandu terkadang tidak sadar bahwa dirinya candu sampai ia di beritahu bahwa ia sebenarnya sedang kecanduan, akan tetapi pecandu itu belum tentu langsung sadar ketika sudah diberitahu kalau ia adalah seorang pecandu.

Walaupun pecandu itu sadar, ia belum tentu mau untuk berubah, walaupun ingin berubah, tentu saja perubahan itu tidak akanlah mulus.

Analogi di atas mungkin tidak Anda pahami jika Anda tidak menganggap membeli banyak hal itu sebagai sebuah kecanduan.

Memang mudah menganggap pola konsumtif sebagai sesuatu yang normal karena hampir semua orang melakukannya dan tentu saja kita semua memiliki alasan dalam membeli sesuatu.

Mungkin memang tidak semua dari kita termasuk dalam “shop addiction”, akan tetapi menurut dasar pemikiran minimalisme, kita semua adalah calon.

Minimalisme bukanlah sebuah aturan

jika kita cuma suka membaca setengah-setengah atau menonton setengah-setengah maka mudah bagi seseorang untuk menganggap minimalisme sebagai aturan.

Kenapa ? hal ini dikarenakan ada beberapa video atau tulisan yang memiliki judul seperti “hal-hal yang harus saya lepas ketika menjadi seorang minimalist” atau “saya hanya tinggal dengan 25 barang saja.”

Tentu saja tidak ada masalah dengan judul-judul seperti di atas, akan tetapi jika di awali dengan pemahaman yang benar dulu.

Minimalisme bukanlah sebuah aturan, melainkan sebuah filosofi, sebuah landasan berpikir yang tujuannya membuat kita lebih “sadar” ketika ingin membeli sesuatu.

Hal ini perlu penulis perjelas karena akan masih ada beberapa orang yang salah paham dan menganggap minimalisme sebagai aturan seperti “minimalist hanya boleh mempunyai 25 barang”, “hanya boleh memiliki satu macam baju, satu macam celana” dan lain-lainnya.

Padahal ada beberapa contoh orang penganut paham minimalisme yang tetap memiliki banyak hal.

Penuh dengan kesadaran

Kesadaran terhadap semua hal yang Anda miliki dan terhadap semua hal yang Anda beli adalah salah satu hal yang bisa menjelaskan apa itu minimalisme.

Jadi tidak heran jika beberapa orang yang baru ingin masuk ke dalam minimalisme itu banyak yang terlihat “membuang” beberapa barang yang sedang mereka miliki, hal ini karena dalam minimalisme Anda harus dengan sadar memiliki semua hal yang Anda miliki, tidak jarang jika barang yang Anda punya sekarang itu tidak terlalu berguna atau tidak Anda sadari miliki bahkan.

Marie Kondo menjelaskan sekaligus mengajarkan bagaimana cara menyeleksi barang yang benar-benar Anda butuhkan dengan cara “things that spark joys”, Anda bisa menyentuh hal-hal yang Anda miliki dan tentukan dari hati Anda barang yang mana yang benar-benar menciptakan kebahagiaan atau bisa di katakan hal yang benar-benar Anda gunakan.

Kesimpulan

Minimalisme adalah sebuah gaya hidup yang berfokus untuk meminimalkan distraksi yang membuatmu susah untuk berfokus kepada apa yang benar-benar penting bagi dirimu.

Saya rasa jika Anda sudah membaca di atas itu sudah cukup bagi kita untuk mengenal apa itu minimalisme, tentu saja tidak mungkin saya bisa menjelaskan lebih mendalam dari pada ini karena saya sendiri belum berpenganut paham ini, walaupun saya suka idenya.

Referensi

https://www.becomingminimalist.com/what-is-minimalism/

https://www.theminimalists.com/minimalism/





Loading...




Loading...