Mengenal Self Harm

Ditulis oleh rahmat Pada 22 July, 2021

Bagikan :


Mengenal Self Harm

Photo by Andrew Neel from Pexels

Sebagaimana fitrahnya, manusia adalah makluk yang kompleks terkait permasalahannya.

Permasalahan yang diperoleh manusia akan selalu berbeda antara manusia satu dengan yang lainnya, itu semua dipengaruhi oleh pola pikir, penyebab dan cara menyelesaikanya sehingga setiap manusia akan terus berada dalam lingkaran masalah yang akan dipikul hingga selesai. Saking kompleksnya, sebuah masalah tidak akan pernah lepas dari manusia, dengan kata lain manusia adalah makluk dengan segudang masalah.

Contoh sederhananya, Ketika kita hidup tentu kita butuh makan karena dengan makan kita akan mampu beraktivitas dengan normal sebagaimana normalnya seorang manusia, namun kita butuh bekerja untuk makan. Masalahnya adalah tidak ada pekerjaan yang mudah dan tidak ada yang instan semua pekerjaan membutuhkan tenaga dan usaha. Hukum ini bahkan mengikat bagaimana manusia memasukkan makanan kedalam mulutnya.

Dari banyaknya masalah yang dimiliki seorang manusia kadang ada seseorang yang merasa depresi dan stress atas segala hal yang menimpanya. Dengan segala hal yang tidak baik menurut pandangan seseorang misalnya masalah yang menumpuk, membuat seseorang berencana bahkan melakukan sesuatu pada dirinya sendiri tanpa memandang keuntungan dan kerugian yang diperoleh atas perbuatan yang dilakukannya.

Dari segala jenis dan bentuk perbuatan yang mampu dilakukan seseorang terhadap dirinya, ada segelintir orang yang tega melakukan kejahatan dengan melukai tubuhnya sendiri.

Mungkin pembaca memiliki seorang teman atau orang terdekat yang tiba-tiba memiliki luka dikulitnya tanpa tau apa penyebab luka itu pada teman atau orang terdekat pembaca. Atau dengan kata lain penyebab luka pada tubuh teman pembaca tersebut bukan akibat jatuh dari motor, tiba-tiba terkena sayatan pisau karena sedang memotong wortel atau kentang atau hal-hal yang masuk akal lainnya. Intinya pembaca tidak mengetahui apa penyebab pasti kenapa teman pembaca memiliki luka. Jika pembaca menemukan hal semacam itu pada teman pembaca, maka kita bisa berspekulasi bahwa teman pembaca sedang mengalami perilaku self harm.

Untuk mengetahui apa itu self harm, yuk lanjut baca tulisan ini.

pengertian Self Harm

Jadi, Self Harm merupakan perilaku melukai diri sendiri tanpa memandang ada atau tidaknya niat dan keinginan untuk mati. Nah dari pengertian itu, kita dapat mengartikan bahwa self harm merupakan perbuatan merugikan yang dilakukan kepada diri sendiri tanpa pertimbangan terlebih dahulu.

Self Harm ini sengaja dilakukan oleh seseorang dengan dalil menghukum diri sendiri terhadap segala hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Misalnya, seseorang memiliki masalah serius dalam hubungan asmaranya sehingga memunculkan emosi negatif, kecemasan sehingga membuat seseorang nekat melukai dirinya sendiri.

Perbuatan melukai diri ini dapat pelaku lakukan dengan berbagai macam cara, ada yang melakukannya dengan cara mengiris tangannya dengan pisau atau silet, ada yang sengaja membakar lengannya.

Eitss... Jangan salah, perilaku self harm ini tidak hanya berkutit pada hal yang tertera diatas, tetapi juga kadang dilakukan dengan cara mengomsumsi obat-obatan terlarang secara berlebihan, meminum minuman beralkohol, hingga melakukan hubungan seks bebas untuk menghilangkan depresi dan emosi negatif.

Apakah perilaku ini merupakan gangguan mental?

Menurut penulis pribadi, self harm merupakan gangguan mental dan merupakan hal yang sangat serius karena sangat berbahaya. Self harm ini diperburuk oleh tidak adanya pertimbangan terhadap resiko kematian yang akan didapatkan apabila melukai diri sendiri.

Bagi pelaku, self harm ini merupakan sesuatu yang membuatnya candu karena memberikan kepuasaan tersendiri ketika melakukannya. Namun lagi-lagi, self harm itu tidak mampu menyelesaikan masalah, malah akan menimbulkan masalah baru. Misalnya muncul bekas luka dan membuat pelaku merasa bersalah pada dirinya sendiri, hal tersebut kemudian membuat pelaku merasa depresi kemudian melakukannya lagi, berulang-ulang.

Contoh kasus Self Harm

Misalkan jika kita adalah seseorang yang memiliki masalah pribadi, masalah pekerjaan, asmara atau hubungan sosial sehingga membuat kita merasa stress, depresi atau merasa sakit hati karena kita tidak mampu menyelesaikan semua masalah tersebut dengan baik, atau malah masalah tersebut menjadi semakin buruk. Dengan adanya masalah tersebut, kita bertindak mengadili diri sendiri dengan mengiris lengan menggunakan silet untuk mengalihkan seluruh emosi negatif yang kita miliki.

Nah dari situ dapat kita temukan bahwa dengan self harm seseorang berniat menghilangkan emosi negatifnya dengan cara melukai diri sendiri. Atau dengan kata lain pelaku self harm sebenarnya ingin menyelesaikan masalah yang dimilikinya, hanya saja mereka tidak mengetahui bagaimana cara untuk mengatasi masalahnya sehingga melukai diri sendiri adalah alternatif yang dipilih untuk sejenak menghilangkan emosi negatif yang diderita.

Pelaku self harm merupakan seseorang yang tidak mampu mengontrol emosinya, mudah merasa cemas, memiliki banyak masalah tanpa dibekali keterampilan dan teman yang peka untuk membantu menyelesaikan masalah, minimal menjadi teman bercerita. Sehingga pelaku self harm dapat diberi predikat sebagai orang yang sebenarnya ingin menyelesaikan masalahnya dengan normal, hanya saja akses yang dia butuhkan ke kata normal itu tidak mereka miliki sehingga berimbas pada perbuatan melukai diri sendiri. Pelaku self harm ini dapat diibaratkan sebagai seseorang yang keluar rumah namun setelah keluar dia tidak tau hal apa yang akan dilakukannya diluar.

Bagaimana cara mengatasi self harm?

Menurut penulis, ada beberapa cara yang mampu kita gunakan untuk mengatasi self harm, diantaranya:

  1. Mencari teman cerita atas masalah yang kita alami.

    Para pelaku self harm adalah mereka yang tidak memiliki cara untuk menyelesaikan masalah yang dialaminya hal tersebut diakibatkan karena tidak adanya akses keluar untuk melewati ruangan masalah.

    Sebagai solusi sekaligus menjadi jalan terbaik yaitu dengan mencari teman cerita atas masalah yang kita alami. Teman cerita ini boleh berasal dari kalangan mana saja, boleh orang tua, pasangan dan jika dibutuhkan kita boleh saja datang ke tempat pelayanan khusus, misanya psikiater. Hal tersebut dimaksudkan agar segala emosi negatif yang kita miliki mampu diredam dengan bercerita, dan hal paling baiknya apabila kita bercerita kepada orang lain adalah kita mampu mendapatkan informasi mengenai peluang untuk keluar dari pikiran dan emosi negatif.

    Intinya sebelum bercerita, kita harus pintar-pintar dalam memilih pendengar agar tujuan dan maksud kita bercerita tersampaikan dengan baik dan kita juga mendapatkan timbal balik yang baik pula.

  2. Mengalihkan pikiran negatif ke positif

    Bila kita memiliki masalah sehingga membuat pikiran yang kita miliki semuanya mengarah kepada hal-hal negatif, maka kita hanya perlu mengalihkan pikiran negatif tersebut ke arah positif. Caranya adalah dengan mengubah mindset bahwa semua masalah ini akan selesai, mindset positif ini tentunya harus diikuti dengan aksi.

    Kita bisa memulainya dengan hal sederhana, misalnya mendengarkan lantunan ayat suci untuk menenangkan pikiran atau jika anda suka memancing maka silahkan pergi memancing. Intinya lakukan hal tersebut dengan sukarela tanpa paksaan karena tujuan kita adalah untuk mencapai ketenangan agar pikiran dan emosi-emosi negatif yang dimiliki mampu tertekan sehingga yang muncul adalah emosi positif.

  3. Menyibukan diri dengan hal-hal bermanfaat

    Ketika kita memiliki pikiran negatif yang berpotensi mengarahkan kepada perilaku self harm maka sebaiknya kita berusaha menyibukkan diri dengan hal-hal bermanfaat. Minimal, jika tidak mampu mencari sesuatu yang bermanfaat asalkan kamu mampu mencari pengganti keinginan melakukan kekerasan kepada dirimu dengan hal lain, intinya jangan pernah membiarkan pikiran negatif menguasai dirimu, karena jika pikiran negatif yang menguasai dirimu, itu akan berpotensi menyebabkan kamu melakukan tindakan self harm.

    Tindakan menyibukan diri yang recomended buat kamu lakuin adalah mencari sesuatu yang kamu senangi. Misalnya kamu suka menggambar, ya silahkan menggambar, suka baca komik ya lebih baik baca komik daripada menyakiti diri sendiri. Intinya kamu harus mengendalikan dirimu agar tidak melakukan tindakan self harm.

    Sebagai pengingat, jangan pernah menjadikan masalahmu sebagai dalil untuk menyakiti diri sendiri. Jika kamu memiliki masalah silahkan cari teman yang kamu percaya untuk bercerita, jika tidak berkenan maka lakukanlah hal-hal bermanfaat agar emosi negatif yang kamu miliki dapat hilang.

Referensi

Kusumadewi AF, dkk, SELF-HARM INVENTORY (SHI) VERSI INDONESIA SEBAGAI INSTRUMEN DETEKSI DINI PERILAKU SELF-HARM, Jurnal Psikiatri Surabaya, Vol. 8, No. 1.

https://satupersen.net/blog/mengenal-self-harm





Loading...




Loading...