Loading...

Loading...

Mengupas Gerakan Black Lives Matter

Ditulis oleh rahmat Pada 01 August, 2020

Bagikan :


Mengupas Gerakan Black Lives Matter


Gerakan Black Lives Matter sempat viral dan membuat keadaan di amerika panas, akan tetapi kami sendiri sadar kalau kami tidak terlalu tahu terhadap pergerakan ini, jadi sebelum kami mengambil keputusan terhadap permasalahan ini, ada baiknya kami mempelajari-nya terlebih dahulu.

Kalau kita ingin berbicara terhadap pergerakan Black Lives Matter, maka kita tidak bisa lari dari dasar pergerakan ini yaitu rasisme. Berikut penjelasan tentang Rasisme.

Rasisme

Kata Rasisme mungkin bukan sebuah hal asing bagi sobat, bahkan sobat mungkin mendengar kata Rasisme beberapa kali dalam sehari apalagi beberapa saat yang lalu waktu masalah baru-baru ini terjadi.

Agar membuat pemahaman kita sejalan, kita perlu sepaham terhadap apa arti dari rasisme itu.

Rasisme adalah suatu kepercayaan atau doktrin dalam diri individu yang mereka percayai bahwa perbedaan biologis yang melekat pada diri manusia menentukan pencapaian individu atau kelompok, sehingga hal ini memicu adanya sekelompok ras yang merasa memiliki kuasa dan berhak untuk mengatur ras yang mereka anggap level ras-nya lebih rendah dibandingkan ras yang dia miliki.

Walaupun, pencapaian yang mereka maksud di sini hanyalah hal-hal yang sifatnya nyata dan terhitung seperti uang. Padahal ada banyak hal lain, atau beberapa sudut pandang tersendiri terhadap “sukses”.

Maka dengan ideologi tak masuk akal seperti itu, sebuah ras tertentu merasa memiliki hak dan berhak mengatur, memerintah dan berbuat sesuatu yang tidak sepantasnya kepada ras yang mereka anggap berada di bawahnya.

Hal semacam ini tentu memicu adanya ketidakadilan yang terjadi di tengah penganut dan penderita rasisme karena adanya rasa tidak aman dan nyaman bagi objek rasisme dan adanya sikap semena-mena oleh pelaku rasisme.

Contoh kasus rasisme adalah adanya perlakuan tidak wajar terhadap orang berkulit hitam oleh orang berkulit putih.

Hal semacam ini terjadi dari dahulu sampai sekarang, dan terjadi di beberapa negara yang ada di dunia.

Tentu, kita bisa beranggapan kalau hal ini bukanlah sebuah hal yang baik.

Masalah biologis (kulit hitam dengan kulit putih) memunculkan banyak sekali masalah yang sangat tidak bisa disepelekan, saking seriusnya masalah ini ada beberapa kasus di mana nyawa pun dapat melayang.

Tindakan ini terus terjadi, serta berulang kali hingga tidak sedikit dari orang berkulit hitam yang menjadi korban perbuatan yang di anggap tak normal atau berlebihan oleh sebagian orang yang berkulit putih.

Gerakan Black Lives Matter dan anti rasisme?

Sebelum melangkah lebih jauh, maka kita perlu tau terlebih dahulu mengenai Black lives matter.

Black lives matter (BLM), jika diartikan secara gamblang maka akan berarti "nyawa orang kulit hitam itu berarti".

Hal ini merupakan sebuah gerakan aktivis mancanegara yang dimulai dari komunitas afrika amerika yang aktif dalam menentang kekerasan terhadap orang kulit hitam.

Black Lives matter bermula sejak tahun 2013 sejak Alicia Garza mengunggah sebuah postingan di Facebook. Dalam sebuah postingannya tersebut, ia menulis sebuah kalimat

“Black people. I love you. I love us. Our lives matter.”

Alicia Garza's Facebook post on July 13, 2013, responsible for sparking the Black Lives Matter movement.

"orang-orang kulit hitam, aku mencintaimu, aku mencintai kita" tulisnya "nyawa kita berarti"

Tulisan tersebut merupakan ungkapan kemarahan terhadap George zimmerman yang dibebaskan dari tuduhan pembunuhan seorang remaja kulit hitam yang bernama Tryvon Martin.

Tulisan Alicia Garza di unggah ulang (repost) oleh Patrisse Cullors yang pada unggahan itu di beri tagar #BlackLivesMatter.

Ibarat sebuah air yang dengan cepatnya mengisi setiap rongga kosong, unggahan Alicia Garza dan Patrisse Cullors menyebar dengan sangat cepat disertai dengan naiknya tagar #BlackLivesMatter.

Setelah kejadian dan postingan yang bertagar #BlackLivesMatter, setiap ada kasus rasisme atau kekerasan yang terjadi pada orang kulit hitam tagar tersebut selalu digunakan.

Alicia Garza, Patrisse Cullors dan seorang wanita berkulit hitam, Opal Tometi kemudian memprakarsai pembentukan Black Lives Matter (BLM), sebuah pergerakan yang fokus pada rasisme anti Afrika-Amerika (berkulit hitam) di Amerika Serikat.

Tagar #BlackLivesMatter kembali menggema pada 17 Juli 2014. Lagi-lagi gemaan ini muncul akibat tuntutan keadilan sekaligus penolakan rasisme yang terjadi ketika Eric Garnen meninggal dunia di Staten Island, New York.

Besar dugaan Eric Garnen meninggal dunia karena dicekik petugas polisi pada saat ingin dimasukkan ke dalam penjara.

Salah satu hal yang paling memicu pergerakan pendukung black lives matter adalah peristiwa penembakan yang menyebabkan Michael Brown seorang remaja berkulit hitam yang berusia 18 tahun meninggal dunia, oleh petugas kepolisian bernama Darren Wilson di Missouri pada 9 agustus 2014.

Dalam pengadilan, Darren Wilson dikatakan tidak bersalah karena dia melakukan “pembelaan diri”.

Tentu hal ini membuat ribuan orang marah dan tergerak untuk berdemo karena melihat perlakuan ketidakadilan dalam perlakuan polisi dan hakim terhadap warga Amerika Serikat yang berkulit hitam.

Hal-hal seperti inilah yang memunculkan para pendukung black lives matter melakukan aksi dan menggema-kan kembali tagar #BlackLivesMatter.

Dilihat dari beberapa aksi yang dilakukannya, black lives matter adalah gerakan damai yang ingin menuntut hak orang-orang berkulit hitam terhadap perbuatan semena-mena yang terjadi terhadap sesamanya.

Hal ini sangatlah wajar, apabila melihat tindakan tak etis yang dilakukan oleh beberapa oknum tak bertanggung jawab, yang bahkan menghilangkan nyawa seseorang.

Semoga saja Black Lives Matter menjadi titik awal peniadaan rasisme dan ketidakadilan terhadap orang berkulit hitam

Kenapa bukan All Lives Matter ?

ALM (All Lives Matter), muncul kepermukaan sebagai respon terhadap Black Lives Matter.

Mungkin Anda bertanya-tanya kenapa bukan All lives matter, kan kita sadar kalau rasisme terjadi di sekitar kita, dan bukan kepada orang kulit hitam saja.

Hal ini memang benar, akan tetapi hal ini dapat membuat arti dan landasannya hilang, karena pergerakan ini pada dasarnya memang untuk orang kulit hitam yang sudah dari dulu tersiksa, dan khusus kepada masalah-masalah yang spesifik.

Sungguh tak adil jika kita merubahnya menjadi All lives Matter yang malah akan membuat arti dari pergerakannya menjadi tak jelas dan tak spesifik.

Opini

Bagi penulis, dengan adanya gerakan black lives matter yang ditinjau dari beberapa hal yang dilakukannya merupakan cara agar rasisme dan ketidakadilan terhadap orang berkulit hitam ditiadakan.

Tentu hal ini harus terus diperjuangkan, agar semua orang (tidak peduli warna kulitnya) mendapatkan hak dan posisi yang sejajar, karena semua manusia memiliki haknya masing-masing.

Jika ke depannya, gerakan black lives matter terus disuarakan dan tidak memicu kejadian-kejadian yang berpotensi kegaduhan maka gerakan black lives matter adalah gerakan yang akan menjadi pelopor utama agar orang-orang berkulit hitam tidak lagi mengalami tindakan kejahatan sebagaimana yang terjadi beberapa waktu silam.

Bagaimana pun juga, setiap manusia punya haknya masing-masing dan setiap hak dari masing-masing individu perlu diperjuangkan dan diberikan, sebagaimana kita semua yang tak ingin jika hak pribadi kita diambil oleh orang lain.

Referensi :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Black_Lives_Matter

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Black_Lives_Matter

https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/black-lives-matter-upaya-amerika-menghapus-kentalnya-rasisme-bsSt





Loading...




Loading...