Pengertian, tujuan, dan fungsi pendidikan dari pandangan mahasiswa islam

Ditulis oleh rahmat Pada 12 June, 2020

Bagikan :




Sejak manusia dilahirkan ke dunia, bisa di katakan bahwa dia telah mengalami proses pendidikan. karena sejatinya pendidikan di mulai sejak seorang manusia baru keluar dari rahim seorang ibu yang mengandungnya selama kurang lebih sembilan bulan.

Pendidikan merupakan hal yang paling utama dan paling dibutuhkan oleh seseorang manusia. Pendidikan sangat dibutuhkan oleh seorang manusia karena pendidikan merupakan penerang di tengah gelapnya malam, dengan kata lain dengan pendidikan-lah seseorang mampu mengetahui serta membedakan sesuatu yang sifatnya baik atau sesuatu yang sifatnya buruk.

Layaknya makanan dan minuman yang menjadi kebutuhan bagi jasad, pendidikan adalah pengisi rasa lapar akan ilmu serta penghilang rasa haus bagi jiwa seorang manusia. Karena dengan hilangnya rasa lapar dan haus akan pendidikan tersebut, maka manusia merasa baikan dan kembali pada kondisi tubuh yang dapat beraktivitas dengan lancar kembali.

Dengan pendidikan seseorang akan mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk atau dengan kata lain pendidikan dapat dijadikan sebagai alat bantu pembeda antara sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk. Tentu dengan mampu mengetahui dan membedakan sesuatu yang baik dengan yang buruk maka seseorang dapat dipastikan (sesuai dengan kehendak dirinya) bahwa dia akan menjauhi sesuatu yang buruk dan mendekatkan diri kepada segala hal yang berkaitan dengan kebaikan.

Untuk lebih mengetahui mengenai pendidikan, maka kami akan merumuskan mengenai pengertian/definisi, tujuan dan fungsi pendidikan.

A. Pengertian Pendidikan

Semua hal bisa dimulai dengan pengertian/definisi, yang dalam hal ini pengertian pendidikan, karena pengertian/definisi merupakan dasar yang paling utama dan harus kita ketahui sebelum lanjut kepada bagian inti dari segala sesuatu, begitu pula dengan pendidikan. Dengan mengetahui pengertian/definisi dari pendidikan maka akan memunculkan gambaran yang lebih jelas mengenai sebenarnya apa yang di maksud dengan pendidikan.

Pendidikan adalah suatu proses dimana terjadi interaksi antara pendidik dengan peserta didik-nya, di mana seorang pendidik layaknya menanamkan nilai-nilai adab dalam diri peserta didik dengan menggunakan berbagai macam metode yang disesuaikan dengan keadaan peserta didik. Dalam penanaman nilai-nilai adab tersebut, harus ada usaha secara berangsur-angsur serta melalui tahapan-tahapan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas peserta didik.

Pemberian materi secara berangsur-angsur dan dengan melalui tahapan-tahapan akan membantu peserta didik dalam menguasai ilmu pengetahuan yang diberikan pendidik kepada dirinya.

Hal ini merupakan cara yang ampuh untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik, karena dengan berangsur-angsur dan dengan melalui tahapan-tahapan, peserta didik akan lebih mudah menguasai materi ketimbang dengan langsung memberikan materi pelajaran sekaligus dan menyeluruh.

Peserta didik yang diberikan materi yang bukan kapasitasnya maka akan membuat seorang peserta didik menjadi depresi bahkan lebih buruknya seorang peserta didik akan menyudahi pendidikannya (tidak menafikan bahwa seseorang dapat mendapatkan pelajaran dimana dan kapan saja).

Pemberian materi juga harus sesuai dengan waktu yang tepat dan bila memungkinkan, mengisi materi pendidikan dengan sedikit hiburan dan permainan akan membuat seorang peserta didik merasa betah, nyaman serta juga sebagai pembantu dalam membatu peserta didik untuk lebih cepat dalam menangkap materi yang diberikan oleh pendidiknya.

B. Tujuan Pendidikan

Selanjutnya kita beralih kepada tujuan dari pendidikan berikut.

1. Mencerdaskan pribadi peserta didik.

Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan pribadi peserta didik, agar peserta didik cakap dalam berbagai bidang (tidak melupakan batasan kemampuan seorang manusia) yang kemudian pengetahuan yang dimilikinya tersebutlah yang mengantarkan peserta didik kepada kebaikan jika digunakan dengan baik dan tidak melanggar aturan yang telah disebutkan di dalam Al-Quran dan Hadist.

Ajaran yang di berikan kepada peserta didik juga diharapkan agar peserta didik mampu menggunakan ilmu yang dimilikinya bukan hanya untuk kebaikan dirinya semata, melainkan untuk kebaikan sekitarnya. Tentu dalam penggunaan dan pengaplikasian ilmu tersebut, maka disini juga letak peran pendidik, dimana dalam pemberian ilmu-ilmu yang bersifat teori juga harus dibarengi dengan ilmu-ilmu terapan (sesuai dengan bidang yang diajarkan) agar peserta didik tidak hanya mengenali teori namun juga dapat memperaktekkan dan melakukan sesuatu yang telah di dapatkan-nya sewaktu menuntut ilmu.

2. Mengembangkan potensi peserta didik agar mampu menggunakan potensi yang dimilikinya di jalan yang sesuai dengan apa yang ditujukan oleh pendidikan

Tujuan pendidikan yang selanjutnya adalah mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Seorang peserta didik bukanlah botol kosong yang kemudian akan diisi dengan air, melainkan peserta didik adalah sebuah adonan yang perlu di poles dan di bentuk sedemikian rupa agar memiliki kecakapan dan dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Agar dapat menggunakan potensi tersebut, maka harus dengan pendidikan karena tak ada satupun cara untuk menggunakan potensi yang dimiliki kecuali dengan pendidikan, karena manusia adalah makhluk yang membutuhkan ajaran agar mampu menggunakan apa yang dimilikinya secara maksimal. Tidak jarang beberapa manusia tidak mengetahui potensi yang miliki-nya, ini juga merupakan persoalan yang sangat rumit namun dapat dipecahkan seiring berjalannya waktu yaitu ketika seorang manusia mendapatkan ilmu dan pengetahuan sehingga ia dapat mengenali siapa dirinya dan mengenali segala potensi-potensinya.

Agar potensi tersebut dapat digunakan secara maksimal, maka belajar dan terus berusaha adalah hal yang tak bisa dipisahkan, karena potensi tidak akan mampu dimaksimalkan ketika tak ada tambahan pengetahuan mengenai potensi yang dimiliki, layaknya pisau yang bisa digunakan untuk memotong sayuran maka akan terasa lebih tajam apabila diasah berulang-ulang, karena mengasah adalah cara paling ampuh menajamkan sisi tajam pisau. Begitu pula dengan potensi, potensi akan mampu digunakan secara maksimal apabila diiringi dengan penambahan pengetahuan dengan cara belajar (dengan cara apapun, dan dengan metode apapun) karena pendidikan adalah cara ampuh agar seorang manusia mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki.

3. Mengantarkan peserta didik menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tujuan terakhir dari pendidikan dan merupakan hal yang paling penting dari pendidikan adalah mengantarkan peserta didik menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagai seorang penuntut ilmu, maka hal yang paling diutamakan dari ilmu yang dituntut adalah mampu mengantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, karena ilmu yang baik sejatinya adalah ilmu yang mampu mengantarkan seseorang ke tempat terbaik pula, yaitu surga. Hal ini juga sejalan dengan tujuan penciptaan manusia yang tertera di dalam al-Qur'an yaitu sebagai khalifah sekaligus sebagai hamba. Sebagai seorang manusia, tentu tujuan penciptaan tersebut menjadi tugas yang diemban dan merupakan kewajiban untuk menjalankan tugas tersebut. Sebagaimana tujuan penciptaan manusia, maka dengan pendidikan-lah yang mampu mengantarkan manusia untuk dapat menjalankan tugas yang diberikan kepadanya secara sempurna (tak melupakan sisi kemanusiaan seorang manusia) sesuai apa yang tertera dalam Al-Qur'an dan Hadist.

Dengan melakukan proses pendidikan maka seorang manusia akan mendapatkan pengetahuan dan dengan pengetahuan yang dimilikinya itulah dia akan mampu menjalankan segala macam tugas yang diberikan kepadanya sekaligus membuatnya mampu mencapai tujuan akhir yang di cita-citakan yaitu surga.

C. Fungsi Pendidikan

Setelah mengetahui pengertian dan tujuan pendidikan, maka hal yang kami bahas selanjutnya adalah fungsi pendidikan, diantaranya adalah:

1. Pendidikan berfungsi untuk menanamkan ilmu pengetahuan ke dalam diri peserta didik agar pengetahuan itu mampu membawanya menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pendidikan memang selayaknya mengantarkan peserta didik untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan pendidikan maka peserta didik akan mengenali siapa dirinya dan apa tujuan penciptaan dirinya. Apabila telah mengenali siapa diri dan mengetahui penciptaan diri maka seorang manusia akan melakukan apa saja dan dengan cara apa saja untuk bisa mendapatkan kepuasan yang menyangkut kebahagiaan dirinya di dunia dan akhirat (ketika membahas kebahagiaan dunia dan akhirat, maka tidak terlepas dari segala macam perbuatan baik dan berusaha semaksimal mungkin meninggalkan segala macam perbuatan yang menjerumuskan kepada keburukan).

2. Pendidikan berfungsi untuk menanamkan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhiratnya

Tujuan pendidikan selanjutnya adalah menanamkan keterampilan yang di butuhkan oleh peserta didik untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya sebuah keterampilan bagi seorang manusia untuk mencapai kebahagiaan-nya dan mendapatkan segala hak-hak dirinya.

Hak-hak dan kebahagiaan baru bisa didapatkan apabila memiliki keterampilan, sebagai contoh untuk kebahagiaan di dunia, seseorang tidak akan mampu memenuhi kebutuhan sehari-harinya jika tidak dengan bekerja dan segala jenis pekerjaan membutuhkan keterampilan untuk bisa menjalankannya, contoh selanjutnya untuk kebahagiaan akhirat, seseorang tidak akan bisa melaksanakan shalat apabila tidak memiliki keterampilan yang tentunya di dapat selama proses pembelajaran yang dia dapatkan dari guru-gurunya (orang tua, ataupun guru lainnya). Karena sebegitu pentingnya keterampilan maka pendidikan bukan hanya difokuskan kepada teori-teori semata, melainkan harus dibarengi dengan praktek-praktek untuk menanamkan keterampilan dan untuk melaksanakan teori-teori yang telah didapatkan selama melaksanakan proses pendidikan.

3. Pendidikan berfungsi sebagai alat yang mengantar manusia menuju kebahagiaan jasmani dan rohani.

Tidak ada seorang manusia di bumi ini yang tidak ingin hidupnya berada dalam kebahagiaan, namun tidak bisa dipungkiri seorang manusia akan selalu mendapatkan kesulitan. Itulah hal yang harus di terima oleh seorang manusia, bahwa dalam hidupnya pasti akan ada saja cobaan. Dalam menghadapi segala macam cobaan, maka harus dengan penuh ketabahan dan rasa sabar. Lalu bagaimana caranya mendapatkan semua itu? Jawabannya tentu dengan pendidikan. Karena pendidikan tidak hanya melulu tentang penjumlahan, pengurangan, biologi, matematika dan sejenisnya, namun pendidikan adalah segala hal yang menyangkut kehidupan seorang manusia, terutama bagaimana caranya mendapatkan kebahagiaan dan bagaimana cara melewati kesulitan. Nah dengan mengetahui apa implementasi dari melewati kesulitan, maka seorang manusia secara tidak langsung akan mendapatkan kebahagiaan. Sehingga dapat di katakan bahwa pendidikan mampu mengantarkan seorang manusia untuk mendapatkan kebahagiaan jasmani dan rohaninya.