Loading...


Perbedaan Prioritas Dalam Kehidupan Sehari-Hari Seorang Muslim

Ditulis oleh rahmat Pada 25 February, 2021

Bagikan :


Perbedaan Prioritas Dalam Kehidupan Sehari-Hari Seorang Muslim


Dalam kehidupan sehari-hari manusia, tentu akan dihadapkan dengan berbagai macam persoalan yang memiliki level/tingkat kepentingan yang berbeda antara persoalan yang satu dengan yang lainnya.

Kepentingan ini tentu sangat berkaitan erat dengan siapa individu yang dihadapkan dengan masalah kepentingan, memaksa individu untuk menentukan persoalan mana yang perlu diselesaikan terlebih dahulu dan yang mana dapat di tunda untuk dikerjakan di lain waktu.

Sebagai contoh bahwa setiap individu memiliki peletakan penyelesaian masalah pada level pengerjaan masalah yang wajib dan sunah dikerjakan yaitu, “misalnya si A memiliki beberapa masalah, seperti cucian menumpuk, tugas kuliah belum selesai dan buku bacaan belum selesai, sedangkan si B juga memiliki masalah yang sama, yaitu cucian menumpuk, tugas kuliah belum selesai dan buku bacaan belum selesai. Namun dalam mengerjakan masalah tersebut, si A dan si B, memiliki tingkat kepentingan yang berbeda yang disesuaikan pada kondisi internal dan eksternal antara A dan B, sehingga dalam menyelesaikan masalah si A dan si B harus menyesuaikan dengan tingkat desakan dari suatu masalah.

Misalnya si A hanya memiliki 3 pasang pakaian bersih hanya tersisa satu pasang, yaitu pakaian yang saat itu dia kenakan, tugas kuliah di kumpul 5 hari lagi dan waktu pengembalian buku ke perpustakaan tersisa 3 hari lagi, maka si A akan mendahulukan penyelesaian masalahnya terhadap kebutuhannya dengan pakaian, sebab tak akan ada lagi pakaian bersih yang dia miliki jika tidak mencuci. Berbeda dengan si B misalnya ia memiliki 5 pasang pakaian dan tersisa 2 pakaian bersih termasuk yang dikenakaannya pada saat itu, tugas kuliah akan dikumpulkan beberapa jam lagi, dan waktu pengembalian buku ke perpustakaan tersisa 2 hari lagi, maka si B akan mendahulukan penyelesaian masalahnya yang berupa mengerjakan tugas.” Ilustrasi di atas menjadi bukti bahwa setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga setiap individu akan menyelesaikan masalahnya berdasarkan tingkat kebutuhan pada masalahnya.

Ini menandakan bahwa, semakin mendesak suatu masalah untuk diselesaikan, maka individu juga akan memacu dirinya untuk menyelesaikan masalah yang dimilikinya berdasarkan tingkat kebutuhannya tersebut dan apabila seseorang menganggap suatu masalah sebagai hal mendesak yang benar-benar harus diselesaikan apabila tidak diselesaikan maka akan berdampak bagi dirinya, maka hal tersebut merupakan sesuatu yang menjadi prioritas.

Prioritas dapat diartikan sebagai sesuatu yang sangat penting sehingga hal lain dapat di undur pelaksanaannya.

Dapat pula diartikan bahwa prioritas adalah urutan kepentingan yang ditempatkan di awal sehingga kepentingan yang lain akan dikerjakan apabila kepentingan tersebut telah selesai dikerjakan.

Setelah mengetahui definisi dari prioritas, maka pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dan seperti apa prioritas dalam islam?

Jika ditelaah lebih dalam maka dapat kita temukan bahwa secara definisi prioritas dalam islam tidak terlalu jauh berbeda dengan definisi prioritas pada umumnya, sebab mau bagaimana pun dan hingga kapan pun, prioritas tetaplah sesuatu yang dipentingkan dibanding dengan hal-hal lainnya, sehingga dengan kata kepentingan tersebut maka segala hal selain yang terpenting akan diurutkan di belakang sesuatu yang menjadi terpenting.

Bagi penulis, prioritas dalam islam dapat diartikan sebagai sesuatu yang menjadi kepentingan seorang manusia yang terlingkupi oleh agama islam.

Sehingga segala sesuatu yang terjadi disandarkan dengan tuhan (اللّٰه) begitu pun dengan kepentingan-kepentingan lainnya, karena tidak dapat kita menafikkan bahwa keseluruhan aktivitas kita di dunia merupakan karunia dan ketentuan tuhan. Hal ini dapat penulis katakan sebagai sesuatu yang benar dan tak mampu dihindari keberadaannya karena bagaimana pun itu, tuhan adalah pengatur alam semesta yang manusia dan segala aktivitasnya juga termasuk di dalamnya.

Prioritas dalam islam merupakan kalimat yang dapat dimaknai sebagai sesuatu yang berkiprah pada ranah keagamaan dalam bahasa agama akrab di sebut dengan kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan. Sehingga dalam artian ini, kewajiban adalah sesuatu yang keberadaanya dapat dimaknai sebuah keharusan.

Pada kalimat di atas, bahwa kata wajib merujuk pada keharusan maka sesuatu tersebut pelaksanaannya benar-benar harus terealisasikan atau benar-benar dikerjakan. Apabila melanggar, meninggalkan atau tidak melaksanakannya maka akan diganjari dosa atau amal keburukan. Sehingga dengan itu, prioritas dalam islam merupakan sesuatu yang wajib dikerjakan dan membutuhkan waktu khusus dalam pelaksanaannya, bahkan jika tak ditemukan waktu khusus tersebut, maka seseorang harus menyisihkan waktu untuk mengerjakannya karena hal tersebut merupakan sebuah keharusan yang apabila melanggar akan di beri ganjaran.

Ganjaran yang di maksud di sini adalah ganjaran yang berdasar nilai-nilai keagamaan sehingga pada pemberian ganjaran tersebut berdasar pada keinginan dan ketentuan dari pencipta. Dalam agama islam, ganjaran tersebut akan benar-benar didapatkan dan dirasakan oleh pelakunya cepat atau lambat. Karena pemberian ganjaran kepada pelaku ditetapkan oleh pencipta, maka waktu pemberian ganjaran tersebut juga tergantung dari pencipta_di dunia maupun di akhirat, pelaku pelanggaran pasti akan merasakan ganjaran. Atau dapat diartikan bahwa cepat atau lambat seseorang akan pasti merasakan dampak dari perbuatannya, apalagi menyangkut kelalaiannya terhadap sesuatu yang merupakan kewajibannya.

Dalam Islam terdapat beraneka ragam jenis hal yang harus diprioritaskan, misalnya shalat, puasa di bulan ramadan, membayar zakat dan masih banyak jenis prioritas lainnya. Prioritas dalam islam juga merupakan prioritas yang harus dikerjakan dan diletakkan pada posisi awal pengerjaan apabila telah sampai waktu pelaksanaanya oleh seluruh umat manusia yang mengakui bahwa dirinya adalah orang beriman dan mengakui bahwa اللّٰه سبحانه و تعالى merupakan satu-satunya tuhan dan nabi مُحَمَّد صَلَّىٰ ٱللَّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ merupakan utusan اللّٰه.

Hal unik yang mungkin hanya terjadi dalam agama Islam adalah prioritas yang beraneka ragam jenisnya ini beberapa diantaranya mampu dikerjakan secara bersamaan, contohnya shalat dan puasa di bulan ramadan. Seseorang dapat melaksanakan puasa di bulan ramadan sekaligus juga mampu melaksanakan shalat pada saat melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadan.

Menurut penulis, hal yang harus diprioritaskan dan mampu dilaksanakan secara bersamaan tersebut merupakan bentuk kekuasaan اللّٰه sebagai pencipta yang merupakan cara اللّٰه untuk mempermudah hamba-hambanya untuk beribadah dan menyembah kepadanya.

Tak akan mungkin terbentuk sebuah hal seperti itu jika bukan zat yang memiliki keagungan, keesaan, kekuasaan dan kekuatan yang tanpa batas yang menciptakannya, sebab tanpa keagungan, keesaan, kekuasaan dan kekuatan, tak akan mungkin tercipta sesuatu yang demikian rapinya.

Jika hal yang harus diprioritaskan tersebut ada dan diadakan oleh manusia, maka akan sangat rumit penyelesaiannya jika dilaksanakan secara bersamaan. Misalnya seperti contoh yang telah dijabarkan pada awal paragraf tulisan ini. Yaitu misalnya prioritas mencuci dan mengerjakan tugas, maka dalam mengerjakan prioritas tersebut, seseorang sangat sulit untuk melaksanakannya secara bersamaan berbeda dengan hal yang harus diprioritaskan dalam agama tadi.

Dengan contoh tersebut, maka prioritas dalam agama harus dikerjakan sebaik mungkin dan tak boleh ditinggalkan apalagi disepelekan keberadaannya, sehingga apabila seseorang melaksanakan dengan baik hal yang harus diprioritaskan dalam agama islam maka ia akan berada dalam kebaikan karena seluruh prioritas dalam islam tak satu pun yang bernilai keburukan.

Begitu baiknya prioritas dalam islam, maka sudah sepatutnya seorang manusia yang tentunya mengaku bahwa dirinya adalah orang beriman dan percaya atas ketuhanan اللّٰه dan kenabian nabi Muhammad صَلَّىٰ ٱللَّٰهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ untuk melaksanakan prioritas yang terhimpun dalam agama islam yang tertera dalam ayat-ayat dan dalil-dalil dari اللّٰه dan rasul-Nya.





Loading...




Loading...